Aplikasi Google Permudah Belajar Coding dari Ponsel

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Jumat, 20 Apr 2018 11:06 WIB
googleaplikasi
Aplikasi Google Permudah Belajar Coding dari Ponsel
Area 120 baru saja rilis Grasshopper.

Jakarta: Inkubator internal Google, Area 120, baru saja merilis ciptaan barunya, sebuah aplikasi mobile untuk belajar membuat kode atau coding yang dinamai Grasshopper.

Saat ini, aplikasi tersebut akan mengajarkan pengguna cara menulis kode menggunakan JavaScript melalui iPhone atau Android mereka. Tujuan dari aplikasi ini adalah membuat pengguna mengerti dasar pemprograman sehingga mereka bisa mengambil langkah berikutnya dalam belajar membuat program.

Grasshopper juga memiliki tempat yang memungkinkan pengguna untuk membuat animasi interaktif.

Setelah memahami konsep dasar pemprograman, pengguna akan bisa belajar lebih lanjut tentang pembuatan program, baik dengan mengambil kelas online atau mengikuti bootcamp. 

TechCrunch melaporkan, sama seperti proyek Area 120 lainnya, Grasshopper dikembangkan oleh tim kecil di Google. Mereka membuat aplikasi tersebut karena mereka memang memiliki ketertarikan pribadi. 

"Coding menjadi kemampuan yang sangat penting dan kami ingin membuat cara agar semua orang bisa memelajari cara membuat program bahkan ketika mereka sibuk," tulis para developer Grasshopper dalam halaman About Us.

"Kami membuat Grasshopper untuk membantu orang-orang seperti Anda untuk belajar cara membuat program dengan cara yang mudah dan menyenangkan."

Area 120 telah ada selama lebih dari dua tahun. Namun, Google tidak mengumumkan keberadaannya secara besar-besaran. Salah satu tujuan Google membuat inkubator internal ini adalah untuk mencari produk terobosan berikutnya.

Alasan lainnya adalah untuk membuat karyawannya betah dan tidak keluar dari Google untuk mengembangkan proyeknya sendiri. 


(MMI)

Roccat Kone AIMO, Premium Pakai Kecerdasan Buatan
Review Mouse Gaming

Roccat Kone AIMO, Premium Pakai Kecerdasan Buatan

4 days Ago

Roccat Kone AIMO digolongkan sebagai mouse gaming premium dengan fitur yang sangat pantas dimil…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.