Turki Blokir Layanan Cloud Google dan Microsoft

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 10 Oct 2016 20:58 WIB
cloud computing
Turki Blokir Layanan Cloud Google dan Microsoft
Pemerintah Turki memblokir beberapa layanan cloud storage. (Turkey Blocks)

Metrotvnews.com: Turki dikabarkan memblokir layanan cloud termasuk Google Drive, Dropbox dan OneDrive dari Microsoft. Selain itu, mereka juga memblokir situs tempat penyimpanan berbagai kode, GitHub, lapor Turkey Blocks.

Menurut The Next Web, pemerintah dipercaya melakukan ini dalam rangka untuk meminimalisir dampak akibat bocornya email milik Menteri Energi dan Sumber Daya Alam, Berat Albayrak, yang juga menantu dari Presiden Recep Tayyip Erdogan.

Keputusan pemerintah Turki untuk memblokir layanan cloud, yang dilaporkan oleh grup pengawasan penyensoran Turkey Blocks, diduga bertujuan agar tidak ada orang yang menyimpan email bocoran pada akun cloud mereka yang akan memudahkan orang-orang untuk mengakses email bocoran itu.

Bocoran sebesar 17GB ini dipercaya mengandung 57.623 email dari bulan April 2000 hingga akhir bulan September tahun ini. Puluhan ribu email ini dibocorkan oleh grup peretas Redhack. Surat perintah dari pengadilan Ankara untuk menyelidiki kejadian ini menunjukkan bahwa bocoran email tersebut memang benar.

Menurut The Daily Dot, yang mendapatkan bocoran email tersebut, korespondensi itu menunjukkan bagaimana Erdogan menggunakan posisinya untuk mempengaruhi media dan mendorong dipublikasikannya beberapa artikel di koran pro-pemerintah.

Turkey Blocks menyebutkan, Google Drive telah diblokir pada hari Minggu. 

Sejak lama, Turki dikenal sering melakukan pemblokiran layanan internet dengan tujuan untuk membatasi apa yang masyarakatnya dapat baca tentang pemerintah di dunia maya.

Mereka memblokir WikiLeaks di bulan Juli setelah muncul bocoran email dari partai politik Turki. Di bulan Maret, pemerintah Turki melarang masyarakat menggunakan Twitter dan Facebook setelah sebuah bom meledak di Ankara. 


(MMI)

ASUS Zenfone Max Pro M1, Pas untuk yang Suka Main Game Bareng
Review Smartphone

ASUS Zenfone Max Pro M1, Pas untuk yang Suka Main Game Bareng

1 day Ago

Menjual daya tahan baterai yang awet dengan kebutuhan mobile gaming adalah perpaduan yang pas.

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.