Telkom University Ajak Pemerintah dan Industri Buat Inisiatif Ekonomi Digital

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Kamis, 02 Jun 2016 16:01 WIB
telkom
Telkom University Ajak Pemerintah dan Industri Buat Inisiatif Ekonomi Digital
Saat diskusi tentang e-commerce sedang berlangsung.

Metrotvnews.com, Jakarta: Berlokasi di Graha Merah Putih, Kamis (2/6/2016), Program Studi Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Telkom University mengadakan diskusi panel berjudul "Digital Indonesia Initiative: Digital Transformation for National Competitiveness."

Diskusi ini diadakan dengan harapan akan mendorong para stakeholder alias pemangku kepentingan yaitu pemerintah, industri, akademisi, komunitas dan media agar bekerja sama untuk merumuskan inisiatif ekonomi digital untuk Indonesia. 

"Indonesia sebagai negara belum memiliki inisiatif digital sampai dengan saat ini. Dengan diselenggarakan diskusi panel ini, kami dari Program studi S2 MM Fakultas Ekonomi dan Bisnis Telkom University mencoba untuk mengusulkan tiga platform untuk menjadi inisiatif digital Indonesia, yaitu infrastruktur, e-commerce dan kompetensi," ujar Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Telkom University, Dodie Tricahyono.

Dalam platform infrastruktur, ada beberapa hal yang Dodie bahas. Poin pertama adalah regulasi. Mengenai masalah regulasi, Dodie mengatakan, regulasi yang terintegrasi dengan baik dari pemerintah pusat hingga pemerintah daerah telah tersosialisasikan dengan baik. Poin kedua dari infrastruktur adalah strategi deployment yang bertujuan untuk menurunkan harga agar dapat dijangkau oleh masyarakat. 

Dodie juga menekankan peran pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai International Hub. Sementara untuk masalah infrastruktur OTT (Over The Top), dia menganggap, model bisnis yang ada sekarang masih perlu dikaji agar dapat menemukan model bisnis yang tepat. 

Di poin terakhir untuk infrastruktur, dia mengatakan bahwa pemerintah, akademisi dan industri harus melakukan diskusi untuk melakukan penelitian yang dapat diterapkan.

Dalam platform e-commerce, Dodie membagi bisnis digital menjadi 4 elemen: e-commerce, e-money, shipment/logistik dan big data. "Empat elemen ini harus dikelola oleh perusahaan dengan baik untuk dapat sukses di digital business," kata Dodie.

Sementara itu, dia menyebutkan, meski Indonesia tidak memiliki bisnis model yang khas, tapi satu hal penting yang harus perusahaan perhatikan adalah kemampuan untuk membaca peluang. Mereka harus dapat melihat apa yang masyarakat lokal butuhkan atau inginkan.

"Untuk mengembangkan digital startup company, kita dapat belajar dari Apple, yang memiliki tiga fungsi yaitu Operation, Venture Capital dan Geek yang dapat berpikir out of the box," kata Dodie. 

Platform terakhir yang tidak kalah penting adalah masalah kompetensi SDM (Sumber Daya Manusia).


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.