Grab Umumkan CTO for Transport Baru

Lufthi Anggraeni    •    Sabtu, 20 Oct 2018 10:25 WIB
grab
Grab Umumkan CTO for Transport Baru
Grab mengumumkan Mark Porter sebagai Chief Technology Officer (CTO) for Transport baru di perusahaannya.

Jakarta: Grab mengumumkan pengangkatan Mark Porter sebagai Chief Technology Officer (CTO) for Transport.

Porter bertugas memimpin infrastruktur teknologi Grab dan sejumlah tim khusus bisnis transformasi Grab, termasuk mobil, taksi, ojek, carpooling, layanan multi-moda dan lainnya.

Sebagai CTO of Transport, Mark juga bertugas mengawasi pengembangan ketangkasan platform dan machine learning, kecerdasan buatan (AI) dan kapasitas data science, guna memberikan pengalaman transportasi lebih aman, lancar dan personal.

Mark akan memimpin dan bekerja sama dengan tim teknisi di seluruh jaringan R&D global Grab di enam negara, termasuk Singapura, Seattle, Beijing, Bangalore, Ho Chi Minh City dan Jakarta, dengan berbasis di Seattle, Amerika Serikat.

“Setiap hari setidaknya kami memroses 20TB data. Tidak ada yang lebih memahami mobilitas Asia Tenggara layaknya kami, dan ada banyak hal lainnya yang ingin kami wujudkan untuk mendukung mobilitas masyarakat kawasan ini," ujar Group Chief Technology Officer Theo Vassilakis.

Selain mengumumkan pengangkatan Mark sebagai CTO of Transport, Grab turut mengumumkan komitmennya dalam menyediakan perbaikan demi pengalaman transportasi lebih baik.

Sejumlah komitmen yang telah dihadirkan Grab termasuk penambahan fitur pesan suara dalam GrabChat.

Grab turut menambahkan kemampuan bagi pengguna untuk membatalkan pemesanan sebelum memperoleh tumpangan, serta pemesanan otomatis saat driver terpilih membatalkan pesanan tanpa perlu memasukan kembali informasi detil pemasanan.

Sebelum menjabat sebagai CTO for Transport, Mark merupakan bagian dari Amazon selama lima tahun, yaitu di Amazon RDS, Amazon Aurora, dan Amazon RDS for PostgreSQL, dengan jabatan terakhir sebagai General Manager.

Sementara itu, Grab juga tengah menguji kemampuan mengubah lokasi tujuan setelah perjalanan dimulai di beberapa kota terpilih, untuk moda transportasi GrabCar, JustGrab, dan GrabBike.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.