Dari 9 di Asia Tenggara, Indonesia Punya 4 Unicorn

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 18 Feb 2019 19:59 WIB
teknologistartup
Dari 9 di Asia Tenggara, Indonesia Punya 4 Unicorn
Ilustrasi. (Goran Factory / Fortune)

Jakarta: Dalam debat pilpres kemarin malam, Presiden Joko Widodo sempat membahas tentang unicorn. Unicorn yang dimaksud oleh Jokowi adalah startup dengan valuasi lebih dari USD1 miliar. 

Indonesia memiliki empat unicorn: Go-Jek, Tokopedia, Traveloka, dan Bukalapak. Go-Jek adalah startup Indonesia pertama yang menjadi unicorn. Menurut

Crunchbase, Go-Jek memiliki enam investor utama. Secara keseluruhan, total investor Go-Jek mencapai 23 pihak. Beberapa pihak ternama yang telah menyokong modal Go-Jek adalah Google, Tencent, dan JD.com. 

Pada awalnya, Go-Jek adalah perusahaan penyedia layanan transportasi online roda dua. Namun, belakangan, semakin banyak layanan yang Go-Jek sediakan, mulai dari jasa pengantar barang, jasa pengantar makanan, hingga jasa membersihkan rumah. 

Menyusul Go-Jek, Tokopedia menjadi startup Indonesia kedua yang memiliki valuasi USD1 miliar. Setelah melalui sembilan ronde pengumpulan dana, Tokopedia kini mendapatkan investasi total USD2,4 miliar. Tokopedia memiliki sembilan investor. Terakhir, dua investor yang mengucurkan dana untuk situs e-commerce ini adalah Alibaba Group dan SoftBank Vision Fund. 

Sementara itu, selama ini, Traveloka telah mendapatkan USD500 juta dari 4 ronde pendanaan. Pendanaan terakhir yang mereka dapatkan adalah pada 27 Juli 2017.

Sejauh ini, ada enam investor yang telah menyokong Traveloka. Dua diantaranya adalah Expedia, Hillhouse Capital Group, dan JD.com, walau hanya Expedia yang menjadi lead investor. 

Bukalapak merupakan salah satu startup unicorn di Indonesia. Perusahaan e-commerce ini telah mendapatkan total pendanaan sebesar USD50 juta dalam enam seri pendanaan.

Terakhir, Bukalapak mendapatkan pendanaan seri D pada Januari 2017. Pendanaan seri D itu dipimpin oleh Mirae Asset-Naver Asia Growth Fund. Emtek juga sempat memimpin pendanaan seri B untuk Bukalapak.

Di Asia Tenggara, ada beberapa startup unicorn lain, seperti Lazada. Situs e-commerce yang memang beroperasi di Asia Tenggara ini juga sudah menyandang status unicorn dengan total pendanaan USD4,2 miliar yang didapatkan dalam 9 ronde pendanaan. Salah satu investor terbesar Lazada Group adalah Alibaba, perusahaan e-commerce terbesar asal Tiongkok. 

Selain Lazada, ada juga Grab, yang merupakan pesaing utama Go-Jek dalam pasar transportasi online di Indonesia.

Grab menjadi satu-satunya pesaing Go-Jek setelah mereka membeli divisi Uber di Asia Tenggara. Perusahaan yang bermarkas di Singapura ini telah mendapatkan total dana investasi sebesar USD7,3 miliar. 

Dari Filipina, Anda akan menemukan satu unicorn bernama Revolution Precrafted, yang bergerak di bidang konstruksi. VNG Corporation adalah unicorn asal Vietnam. Mereka merupakan startup yang mengkhususkan diri pada e-commerce dan game online di pasar lokal. 

Terakhir, Sea -- yang sebelum dikenal dengan nama Garena -- juga merupakan unicorn asal Asia Tenggara, lebih tepatnya Singapura.

Didukung oleh perusahaan internet raksasa asal Tiongkok, Tencent, Sea berhasil menawarkan saham perdana di New York pada tahun lalu. Di Indonesia, Sea hadir lewat e-commerce Shopee dan layanan game Garena. Mereka juga punya layanan pembayaran digital bernama AirPay.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.