Kemenkominfo Pertimbangkan Proposal First Media dan Bolt

Cahyandaru Kuncorojati    •    Rabu, 21 Nov 2018 13:05 WIB
kominfotelekomunikasi
Kemenkominfo Pertimbangkan Proposal First Media dan Bolt
Bolt menjadi penyedia layanan internet yang hanya menyediakan jaringan 4G LTE. (Bolt)

Jakarta: Bolt dan First Media mengajukan proposal terkait penunggakan pembayaran sejak 2016.

First Media dan Bolt yang memastikan layanan mereka masih bisa diakses karena telah membuat kesepatakan dengan pihak Kominfo sebagai pihak berwenang yang mengatur izin penggunaan frekuensi.

"PT Internux (Bolt) akan tetap memberikan layanan yang terbaik sambil menunggu dan berharap adanya penyelesaian," ungkap Presiden Direktur PT Internux (Bolt) Dicky Moechtar.

"Sehubungan dengan hal ini, PT Internux (Bolt) memutuskan untuk sementara tidak menerima pembelian baru dari pelanggan baik isi ulang (top up) maupun paket berlangganan, sampai perseroan mendapatkan arahan dan persetujuan dari Kemenkominfo," imbuhnya.

Dari pihak First Media yang catatannya masih satu induk perusahaan dengan Internux, membagikan pernyataan yang sama. Layanannya masih bisa diakses dan sementara tidak menerima pembelian layanan berlangganan baru.

Keduanya sama-sama menyebutkan bahwa mereka telah mengajukan proposal penyelesaian kepada Kominfo pada Jumat, 16 November 2018.

Proposal penyelesaian tersebut berisi komitmen kedua perusahaan untuk membayarkan tunggakan izin penggunaan frekuensi dengan skema yang mereka sudah rencanakan.

Kepada media, Plt.Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo Ferdinandus Setu mengatakan hingga saat ini pihak kementerian masih tengah membahas proposal tersebut.

"Kami masih mempertimbangkan dari dua pilihan yang ada, apakah memutuskan untuk mencabut izin penggunaan frekuensi atau menerima prosposal, ini yang masih alot di rapat SDPPI," ungkap Fernandus.

Menurutnya proposal skema pembayaran utang yang diajukan kedua perusahaan lebih menarik karena bisa diselesaikan hingga September 2020. Sementara skema pembayaran yang dirilis dalam surat Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) memberikan waktu pembayaran hingga 10 tahun ke depan.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.