Pemerintah Rusia Siap Blokir LinkedIn

Lufthi Anggraeni    •    Jumat, 11 Nov 2016 15:29 WIB
linkedin
Pemerintah Rusia Siap Blokir LinkedIn
Pemerintah Rusia dikabarkan siap untuk memblokir LinkedIn karena melanggar peraturan terkait penyimpanan data.

Metrotvnews.com: Pemerintah Rusia dikabarkan mulai bersiap untuk memblokir LinkedIn secara menyeluruh. Pengadilan Moscow telah memutuskan bahwa LinkedIn tidak dapat memenuhi persyaratan pemerintah Rusia terkait dengan perlindungan data.

New York Times juga melaporkan, LinkedIn tidak akan dapat beroperasi di Rusia mulai hari Kamis lalu, meski masih berkesempatan untuk mengajukan banding terhadap keputusan pengadilan tersebut. Hal ini menjadi pukulan untuk jejaring sosial profesional tersebut, setelah diakuisisi Microsoft dengan nilai sebesar USD26.2 miliar dengan Microsoft.

Pelarangan tersebut disebabkan rangkaian peraturan yang diterapkan pemerintah Rusia pada tahun lalu. Peraturan tersebut mengharuskan data pribadi yang dikumpulkan dari warga negaranya untuk disimpan di server yang terdapat di dalam Rusia.

Pemerintah Rusia menyebut, peraturan ini ditujukan untuk melindungi data warga negaranya, jika insiden kebocoran data akibat peretasan kembali dialami LinkedIn. Kekhawatiran ini disebabkan insiden kebocoran data yang dialami LinkedIn pada tahun 2012 lalu.

Tidak hanya LinkedIn, Facebook dan Twitter juga dinilai melanggar peraturan terkait penyimpanan data yang sama. Namun, masih belum dapat dipastikan alasan di balik pelarangan operasional LinkedIn, yang tidak diterapkan kepada dua perusahaan jejaring sosial lain tersebut.

Selain itu, pemerintah Rusia juga dilaporkan tengah berupaya untuk mengganti software pemerintah dari software milik Microsoft, yang diduga terlibat kolusi dengan pemerintah Amerika Serikat. Saat ini, sebanyak 467 pengguna LinkedIn berasal dari Rusia, karenanya LinkedIn menyebut akan menemui Rozkomnadzor, grup pengawas telekomunikasi negara tersebut, untuk berdiskusi.


(ABE)

ASUS Zenfone Max Pro M1, Pas untuk yang Suka Main Game Bareng
Review Smartphone

ASUS Zenfone Max Pro M1, Pas untuk yang Suka Main Game Bareng

2 days Ago

Menjual daya tahan baterai yang awet dengan kebutuhan mobile gaming adalah perpaduan yang pas.

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.