Sistem Peringatan Tsunami Jepang Bekerja dengan Baik

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 22 Nov 2016 18:19 WIB
teknologigempa bumi
Sistem Peringatan Tsunami Jepang Bekerja dengan Baik
Fukushima dihantam gempa berkekuatan 7,4 SR berpotensi tsunami (Foto: Google Maps)

Metrotvnews.com: Pada hari ini, pukul 5.59 pagi waktu setempat, terjadi gempa 7,4 SR di pesisir timur Jepang. Badan Meteorologi Jepang mengeluarkan peringatan potensi tsunami dan perintah untuk melakukan evakuasi tidak lama setelah gempa terjadi. 

Pada pukul 9.45 waktu setempat, pemerintah Jepang mencabut peringatan kemungkinan terjadinya tsunami. Dengan pencabutan potensi tsunami dan tidak ditemukannya tsunami kecuali di pesisir pantai Pasifik Jepang, tampaknya, bahaya tsunami dari gempa ini telah berlalu.

Sejauh ini, tampaknya gempa hari ini tidak menyebabkan kerusakan parah. Gempa hari ini juga menjadi pengujian sistem yang telah digunakan sejak tahun 2011, menurut Gerard Fryer, Senior Geophysicist di Pacific Tsunami Warning Center milik National Ocenaic and Atmospheric Administration.

Sistem ini melibatkan program-program komputer yang secara terus menerus memonitor hasil perhitungan seismometer yang ada di seluruh dunia dan akan mengirimkan peringatan jika ia mendeteksi adanya getaran.

Dalam waktu satu menit, Pacific Tsunami Warning Center akan tahu jika terjadi guncangan. Sementara di Jepang, mereka akan mendapatkan pesan dalam waktu 3-4 menit, kata Fryer.

Saat gempa bumi terjadi pada tahun 2011, Badan Meteorologi Jepang mengeluarkan peringatan tsunami terlalu cepat, sebelum mereka mengetahui perhitungan dengan akurat. Hasilnya, mereka salah memperkirakan besarnya gempa yang terjadi dan tsunami yang disebabkan oleh gempa tersebut dan sebagian orang kembali ke rumah mereka sebelum gelombang terbesar menghantam. 

Sejak saat itu, Badan Meteorologi Jepang melakukan prosedur analisa baru berdasarkan kekuatan maksimal sebuah gempa dan memberikan peringatan berkala. "Dilihat dari kejadian ini, mereka cukup sukses," kata Fryer, seperti yang dikutip dari The Verge.

Amerika Serikat dan Jepang berusaha untuk menggabungkan perhitungan gerakan bumi berdasarkan GPS dengan perhitungan seismik sehingga dapat memperkirakan besarnya gempa dengan akurat dengan lebih cepat, kata Fryer.

"Seharusnya, tidak ada seorang pun korban ketika tsunami terjadi, kita punya sistem peringatan," katanya. "Dan semakin hari, kita menjadi semakin baik."


(MMI)

Menjajal Lebih dalam Polytron Prime 7s
Review Smartphone

Menjajal Lebih dalam Polytron Prime 7s

5 days Ago

Polytron Prime 7s hadir dengan desain tipis dan ringan serta berkesan elegan, namun didukung ba…

BERITA LAINNYA
Video /