Baterai Smartwatch Ini Diisi Pakai Suhu Tubuh

Lufthi Anggraeni    •    Selasa, 15 Nov 2016 12:25 WIB
teknologi
Baterai Smartwatch Ini Diisi Pakai Suhu Tubuh
Matrix PowerWatch berbekal baterai dengan teknologi yang memungkinkan pengisian daya memanfaatkan suhu tubuh.

Metrotvnews.com: Matrix Industries meluncurkan perangkat wearable pertamanya bernama PowerWatch. Smartwatch ini berbekal baterai berkemampuan unik, berkat penggunaan bahan yang dapat mengubah perbedaan suhu menjadi listrik.

Penggunaan bahan tersebut memungkinkan baterai perangkat ini dapat diisi menggunakan suhu tubuh penggunanya. Teknologi yang digunakan Matrix Industries ini tergolong baru, namun telah dapat ditemukan pada mesin pendingin yang terhubung dengan mobil atau penyejuk kursi yang terdapat pada kendaraan mewah.

Cara kerja teknologi ini adalah sebagai berikut. Saat partikel elektron dipanasi dan bergerak dari sisi yang menyentuh tubuh pengguna ke permukaan perangkat, umumnya miliki suhu lebih sejuk, menciptakan perbedaan tegangan yang menghasilkan daya.

Hal ini memungkinkan pengguna mengisi daya baterai tanpa perlu menghubungkan perangkat ke soket listrik. Sementara itu, ikon pengukuran kapasitas daya yang tersisa pada perangkat ditampilkan mengelilingi layar, seperti yang dilaporkan oleh CNN.

CEO dan Co-founder Matrix Industries, Akram Boukai menyebut, pengguna dapat menghasilkan lebih banyak daya saat berolahraga. Sebab, saat itulah, suhu tubuh yang disampaikan oleh kulit menjadi lebih hangat. Hal ini juga dinilai akan dapat memotivasi pengguna untuk lebih rajin dalam berolahraga.

PowerWatch serupa dengan alat pelacak fitness lainnya, yang juga dilengkapi dengan fitur pelacakan kalori, tidur, dan langkah. Perangkat ini juga didampingi oleh aplikasi pendamping, berfungsi sebagai alat untuk menampilkan status dan highlight kapasitas daya yang dihasilkan pengguna dalam satu hari.

Tidak memiliki kemampuan sebanyak Apple Watch atau Fitbit, PowerWatch diakui Matrix Industries lebih ditujukan untuk mendemonstrasikan cara teknologi berkolaborasi dengan perangkat wearable di masa depan. Boukai dan timnya berencana untuk memanfaatkan hasil energi thermoelectric tersebut ke ranah kesehatan, manufaktur dan pendistribusian.

Smartwatch ini baru tersedia dalam versi untuk pria, yang ditawarkan mulai 14 November seharga USD99,99. Namun, harga ini diperkirakan akan meningkat menjadi USD170 saat tersedia di toko ritel pada akhir tahun depan.

Matrix juga berencana untuk menghadirkan smartwatch ini dalam versi wanita, meski belum dapat mengungkap waktu peluncurannya.


(MMI)

Menjajal Lebih dalam Polytron Prime 7s
Review Smartphone

Menjajal Lebih dalam Polytron Prime 7s

2 days Ago

Polytron Prime 7s hadir dengan desain tipis dan ringan serta berkesan elegan, namun didukung ba…

BERITA LAINNYA
Video /