Apple Relakan Steve Jobs Jadi Merek Celana Jeans

Cahyandaru Kuncorojati    •    Jumat, 29 Dec 2017 07:44 WIB
Apple Relakan Steve Jobs Jadi Merek Celana Jeans
Barbato Bersaudara asal Italia yang memproduksi celana jeans dengan merek 'Steve Jobs'.

Jakarta: Apple didera beragam masalah. Tidak hanya terkait ponsel yang mereka ciptakan, tapi juga hak paten yang mereka miliki. Kali ini, Apple harus rela nama salah satu tokoh pendirinya melekat di celana jeans.

Dilaporkan The Verge, hak paten penggunaan nama Steve Jobs sebagai merek dagang telah menjadi rebutan antara Apple dengan sepasang saudara asal Italia, Vincenzo Barbato dan Giacomo Barbato. Keduanya memiliki perusahaan di bidang pakaian, tepatnya celana jeans.

Menguti media setempat La Repubblica Napoli, diumumkan merek 'Steve Jobs' resmi menjadi merek dagang milik dua bersaudara pembuat jeans. Artinya, Apple kalah dalam perebutan hak paten nama pendirinya yang sudah diajukan ke pengadilan sejak tahun 2012.

Terlepas dari hak paten yang berhasil dimenangkan oleh produsen celana jeans asal Italia tersebut, logo mereka juga sebetulnya sangat mengadopsi simbol Apple. Logo tersebut terdiri dari huruf J dengan bentuk yang menampilkan potongan bentuk buah apel serta lengkap dengan daunnya.

Dalam wawancara dengan Business Insider Italia, dua bersaudara tersebut bercerita Apple juga sempat menuntut logo mereka, tetapi ditolak juri di pengadilan. Alasannya, huruf J tersebut tidak menampilkan bentuk gigitan pada buah apel.

Menariknya, kedua berasudara tersebut dengan jelas menyatakan mereka juga berencana membawa merek 'Steve Jobs' ke industri elektronik. Meskipun mereka tidak menyebutkan dengan jelas perangkat elektronik yang akan diciptakan.

Vincenzo dan Giacomo berjanji melindungi personal image dari tokoh yang namanya mereka gunakan sebagai merek sehingga menurut mereka merek tersebut tidak akan digunakan untuk produk murahan.

Dalam waktu dekat, mereka ingin bekerja sama dengan perusahaan elektronik untuk segera mengembangkan bisnisnya. Apabila hal ini direalisasikan, babak baru perebutan paten dengan Apple mungkin bisa kembali terulang.
(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.