Tiongkok Penjarakan Penyedia Akses VPN

Cahyandaru Kuncorojati    •    Jumat, 22 Dec 2017 19:01 WIB
internetcyber security
Tiongkok Penjarakan Penyedia Akses VPN
Tiongkok memiliki kebijakan yang populer dengan nama The Great Firewall, mereka mengontrol penuh akses internet yang berada di dalam negaranya.

Jakarta: Sebuah situs yang diblokir tetap bisa diakses menggunakan teknologi VPN (Virtual Private Network). Namun, hal ini termasuk yang pelanggaran hukum keras untuk Tiongkok.

Dilaporkan The Guardian, pria bernama Wu Xiangyang dijatuhi hukuman selama 5,5 tahun dan denda sebesar Rp1 miliar, setelah ketahuan menyediakan layanan VPN untuk mengakses situs yang sudah diblokir. Bisnis tersebut rupanya sudah berjalan sejak 2013.

Diceritakan oleh Wu, bisnis tersebut sudah dilakoni sejak 2013 dan digunakan oleh 8.000 warga negara asing dan 5.000 bisnis yang berada di negaranya. Bisnisnya populer mengingat layanan internet yang disediakan oleh Facebook, Google dan lain-lain memang dilarang beroperasi di Tiongkok.

"Bisnis VPN ini bisa dilihat sebagai hak asasi manusia untuk terhubung dengan internet sepenuhnya. Jadi kejadian bisa dilihat sebagai hal yang mencemaskan, membuat Tiongkok yang dikenal dengan kebijakan The Great Firewall menjadi sebuah rezim menakutkan," ungkap Peneliti di Amnesti Internasional Hongkong William Nee.

Lebih buruknya lagi, pemerintah Tiongkok tengah merencanakan menutup total layanan VPN mulai tahun 2018. Nantinya, hanya VPN yang sudah teregistrasi oleh pemerintah setempat yang diizinkan berbisnis. Artinya sama saja internet di negara tersebut dikontrol total oleh pemerintahnya.

Wu bukan satu-satunya. Pada bulan September seorang pria dipenjara selama 9 bulan karena melakukan hal yang sama dengan Wu. Lalu sebelumnya juga ada yang dijatuhi kurungan penjara selama 3 hari karena mencoba membuat layanan VPN.

Diduga hal tersebut bisa diketahui oleh pemerintah Tiongkok setelah mereka melakukan penyelidikan lebih dalam menjelang akhir masa 14 bulan kampanye Presiden Tiongkok Xi Jinping tentang kendali penuh internet di negaranya dari kontrol pihak asing.

Kebijakan ini rupanya cukup ditakuti termasuk oleh perusahaan internasional yang memiliki basis di Tiongkok, misalnya Apple. Dikabarkan Apple akan menarik aplikasi VPN dari layanan App Store sebagai tanggapan atas kebijakan pemerintah Tiongkok.


(MMI)

Lenovo Thinkpad X1 Teranyar Muncul di CES 2018
CES 2018

Lenovo Thinkpad X1 Teranyar Muncul di CES 2018

2 days Ago

Lenovo perkenalkan keluarga baru ThinkPad X1 yang terdiri dari tiga jenis perangkat sekaligus d…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.