LINE Gandeng Musica Studio's Garap Stiker Musik

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Kamis, 21 Dec 2017 22:33 WIB
line
LINE Gandeng Musica Studio's Garap Stiker Musik
LINE meluncurkan stiker musik pertama di Indonesia berjudul Cerita Cinta Kahitna.

Jakarta: Bekerja sama dengan Musica Studio's, LINE meluncurkan stiker musik pertama di Indonesia berjudul Cerita Cinta Kahitna.

Stiker dengan harga Rp12 ribu ini berisi 8 stiker yang bisa Anda gunakan seumur hidup. Managing Director LINE Indonesia, Dale Kim menjelaskan, alasan LINE merilis stiker musik ini adalah adanya tuntutan akan stiker dengan tema cinta. Selain itu, industri musik di Indonesia juga dianggap cukup berpengaruh. 

Sementara itu, Business Development DIrector LINE Indonesia, Revie Sylviana menjelaskan, alasan LINE memilih Kahitna adalah band tersebut telah berkarya selama lebih dari 30 tahun. 

Lagu-lagu yang dinyanyikan oleh Kahitna dikenal oleh banyak orang dari berbagai generasi, mulai dari kaum Baby Boomers sampai generasi milenial. 

Dalam acara yang diadakan di Hard Rock Cafe, Revie juga menjelaskan tentang pertumbuhan penggunaan stiker oleh pengguna LINE cukup tinggi, yaitu 46 persen. Tahun lalu, sebanyak 8,7 miliar stiker LINE dikirimkan oleh penggunanya.

Sementara tahun ini, sampai Oktober lalu, telah ada 12,7 miliar stiker yang dikirimkan oleh pengguna LINE. Revie merasa, salah satu alasan penggunaan stiker terus tumbuh adalah karena beragamnya jenis stiker yang LINE luncurkan. 

Stiker musik kali ini bertema cinta. Alasan LINE memilih tema cinta, Revie menjelaskan, adalah karena jika dibandingkan dengan tema lainnya, stiker dengan tema cinta diunduh 32 persen lebih banyak.

Meskipun begitu, dia menyebutkan, ke depan, tidak tertutup kemungkinan LINE akan bekerja sama dengan musisi lain untuk membuat stiker musik dengan tema yang lain. 

Sebelum ini, LINE juga pernah meluncurkan stiker animasi dengan suara. Pada 2015, LINE meluncurkan stiker animasi dari Syahrini. Revie bercerita, dalam waktu satu bulan, stiker tersebut telah diunduh sebanyak 5 juta kali. 

"Menjelang akhir tahun, kita rilis stiker musik. Berawal dari stiker statis, lalu menjadi animasi dan bersuara dan sekarang, ditambah dengan lagu," kata Revie. "Kita melihat animo bahwa masyarakat memerlukan cara untuk mengekspresikan diri lebih jauh lagi."

Baik Kim dan Revie percaya, lagu adalah "bahasa universal" yang bisa dimengerti oleh semua orang. Selain itu, Revie juga merasa, musik dapat menjadi media yang sangat efisien untuk menyampaikan perasaan dalam pesan sang pengirim. 

Direktur Utama Musica Studio's, Indrawati Widaja mengatakan bahwa industri musik harus berkembang, seiring dengan perkembangan teknologi. "Musik adalah bahasa universal yang didengarkan oleh hampir seluruh masyarakat Indonesia," kata Indrawati.

"Seiring perkembangan teknologi, musik harus berkembang karena musik didengarkan dengan media yang berbeda." Dia menyebutkan, kini, musik juga mulai masuk ke ranah digital. Hal ini terbukti dari populernya Ring Back Tone. "Selain itu, aplikasi untuk mendengarkan musik juga menjadi sesuatu yang digemari."

Untuk masalah royalti, Revie bercerita bahwa kerja sama LINE dan Musica Studio's berdasarkan pembagian pendapatan, layaknya sistem yang digunakan dalam Ring Back Tone.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.