Rilis iPhone X Besok, Kantor Apple di Korea Selatan Didatangi Polisi

Cahyandaru Kuncorojati    •    Jumat, 24 Nov 2017 22:33 WIB
apple
Rilis iPhone X Besok, Kantor Apple di Korea Selatan Didatangi Polisi
iPhone X menjadi iPhone terlaris yang pernah diciptakan Apple beberapa tahun belakangan.

Jakarta: Besok iPhone X akan dirilis di beberapa negara lainnya, salah satunya adalah Korea Selatan. Mengejutkannya, kantor Apple di negara tersebut baru saja didatangi polisi setempat.

Dikabarkan oleh 9To5Mac bahwa penyerbuan polisi merupakan kelanjutan dari investigasi praktek bisnis Apple dalam menjual iPhone X. Diketahui Apple menjual perangkatnya lewat sebuah kontrak antara Apple dengan operator seluler di Korea Selatan.

Diperkirakan hal ini dampak dari perdebatan yang terjadi sejak tahun lalu antara komisi perdagangan Korea Selatan (South Korea's Fair Trade Commission) dan Apple.

Dilaporkan dugaan bahwa pihak Apple Korea mendesak operator seluler  di negara itu untuk membeli sejumlah stok iPhone dan berbagi beban biaya perbaikannya. Pihak Apple dianggap anti kompetisi dalam menjalankan bisnis di Korea Selatan.

Namun, kuat dugaan lain bahwa pihak komisi perdagangan di Korea Selatan khawatir dengan kepopuleran iPhone X Apple yang laku keras serta mengancam eksistensi Samsung di rumahnya sendiri. Banyak pihak menilai pemerintah berusaha melindungi industri merek lokal dengan cara yang kasar.

Anggapan ini tidak mengherankan, mengingat beberapa waktu lalu salah satu pemilik Samsung Lee Jae-yong ditangkap atas dugaan melakukan penyuapan kepada mantan Presiden Korea Selatan Park Geun-hye yang sudah lengser bulan Desember lalu.

Banyak sekali kalangan yang menilai kasus suap tersebut juga berkaitan dengan strategi untuk membuat Samsung bertahan di industri smartphone Korea Selatan dengan semakin kuatnya penetrasi merek lain.

Di tahun 2015 Apple juga berhasil merebut market share 33 persen mengalahkan merek lainnya di Korea Selatan. Tidak lama, komisi perdagangan Korea Selatan melakukan penyidikan terkait dampak tersebut pada pasar smartphone di Korea Selatan. Pengamat bisnis menilai cara tersebut melukai perusahaan asing yang berbisnis di negara itu.


(MMI)