Orang Indonesia Paling Suka Belanja Online Jelang Makan Siang

Lufthi Anggraeni    •    Selasa, 30 Jan 2018 16:06 WIB
e-commerce
Orang Indonesia Paling Suka Belanja Online Jelang Makan Siang
Survei iPrice perangkat mobile jadi alat favorit untuk berkunjung ke platform e-Commerce, meski transaksi tetap lebih banyak via dekstop.

Jakarta: iPrice mengumumkan hasil survei terkait ranah e-commerce, menyebut masyarakat di Indonesia lebih banyak melakukan aktivitas jual beli saat menjelang makan siang, atau pada pukul 11 siang.

"Jam belanja favorit masyarakat Indonesia, berdasarkan data dari jumlah pesanan, yaitu di jam 11 siang, dengan persentase 69 persen lebih tinggi dari jumlah rata order yang terjadi dalam satu hari. Hal ini berbeda dengan Singapura dengan puncak waktu belanja aktif di jam 4 sore hingga 12 malam," ujar Senior Content Marketer iPrice Group Andrew Prasatya.

Selain itu, waktu terfavorit kedua masyarakat Indonesia dalam berbelanja online dicatat iPrice pada pukul 5 sore. Survei ini juga menyebut bahwa aktivitas belanja online tertinggi di Indonesia rata-rata terjadi pada hari Rabu.

Jika dibandingkan dengan hari lain di tengah minggu, frekuensi belanja online pada hari Rabu lebih tinggi 12 persen.

Survei ini juga menyebut perangkat mobile menjadi alat favorit masyarakat Asia Tenggara, tidak terkecuali Indonesia, untuk berkunjung ke e-commerce. Hal ini disebut juga didorong oleh gaya hidup tingkat mobilitas masyarakat yang semakin tinggi.

Pada kuartal ketiga 2016, iPrice mencatat 74 persen konsumen Indonesia memanfaatkan smartphone untuk berkunjung ke e-commerce. Angka ini meningkat pada kuartal pertama tahun 2017 menjadi 85 persen.

Fakta tersebut turut menjadi pendorong kehadiran e-commerce yang menyediakan layanannya via aplikasi dan mengoptimalkan layanan versi situs online. Namun, berdasarkan survei terkait konversi jumlah kunjungan terhadap keputusan membeli, jumlah konsumen yang berbelanja via desktop lebih tinggi jika dibandingkan perangkat mobile.

Persentase belanja online via dekstop yang tercatat sebesar 150 persen, dinilai Andrew, didorong oleh kenyamanan lebih baik yang dapat disuguhkan untuk konsumen. Melalui desktop, konsumen bisa melihat barang lebih lengkap, serta dapat membandingkan harga, sementara aplikasi hanya digunakan untuk melihat-lihat produk.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.