Plug and Play: Founder Kunci Maju Mundur Startup

Lufthi Anggraeni    •    Selasa, 09 Jan 2018 15:00 WIB
startupplug and play
Plug and Play: Founder Kunci Maju Mundur Startup
Plug and Play menyebut founder sebagai faktor penentu utama dalam memilih startup di program akselerasi gelombang kedua.

Jakarta: Plug and Play menyebut founder menjadi faktor kunci di balik keputusannya dalam memilih startup pendaftar untuk menjadi peserta program akselerasinya. Hal tersebut disampaikan Plug and Play pada pengumuman 13 startup peserta program akselerasi gelombang kedua.

"Kunci ada di founder, komitmen founder turut berpengaruh terhadap kemajuan startup. Sebab founder yang membawahi lebih dari satu startup umumnya tidak bisa fokus dan akhirnya harus memilih untuk melepas salah satunya," ujar President Director Plug and Play Wesley Harjono.

Selain founder, Plug and Play Indonesia juga mengaku memperhatikan pengelolaan yang dilakukan startup tersebut terhadap usahanya. Tidak hanya itu, teknologi yang digunakan juga penting untuk diperhatikan. Plug and Play menilai, ini memberikan pemahaman dalam membantu menemukan solusi yang sesuai untuk proses akselerasi startup tersebut.

Selain itu, disinggung soal alasannya menerima startup asal Singapura, yaitu Blynk, Plug and Play menyebut hal ini ditujukan agar startup dari negara lain dapat berbagi pengalaman dan pengetahuan mereka dengan startup dari Indonesia.

Menurut Wesley, hal ini akan bermanfaat sebab ekosistem dan teknologi di luar negeri lebih matang, sementara ekosistem di Indonesia masih berkembang. Hal ini memungkinkan startup Indonesia mempelajari pengalaman yang telah dilaluinya.

Selain itu, pada gelombang kedua ini, sebagian besar startup pada gelombang kedua ini bergelut di ranah fintech.

Disinggung alasan pemilihan startup ranah tersebut, Plug and Play menyebut karena melihat permasalahan di Indonesia masih terfokus di ranah keuangan, akibat jumlah masyarakat Indonesia yang belum terjamah institusi perbankan.

Ranah fintech yang makin dipadati pemain dinilai masih memiliki peluang, sebab keberadaan startup fintech saat ini masih belum dapat menyelesaikan permasalahan tersebut di Indonesia.

Selain itu, Plug and Play menyebut permasalahan terkait finansial di Indonesia masih dapat ditemukan pada tahun-tahun mendatang, meski dengan kondisi lebih baik.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.