Kembali Tertunda, Roket Falcon Heavy Baru Meluncur Tahun Depan

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Jumat, 01 Dec 2017 14:37 WIB
antariksa
Kembali Tertunda, Roket Falcon Heavy Baru Meluncur Tahun Depan
Peluncuran Falcon Heavy kembali tertunda. (NASA via Getty Images)

Jakarta: SpaceX telah berencana untuk menerbangkan roket Falcon Heavy milik SpaceX sejak beberapa waktu lalu. Namun, rencana tersebut terus ditunda.

Tim SpaceX ingin agar roket tersebut diterbangkan sebelum akhir tahun ini. Sayangnya, laporan dari Aviation Week yang telah dikonfirmasikan oleh SpaceX, Falcon Heavy mungkin baru akan meluncur tahun depan. 

"Kami ingin menerbangkan Heavy tahun ini," kata President SpaceX Gwynne Shotwell pada Aviation Week. "Kami akan dapat melakukan pengujian static fire tahun ini dan terbang beberapa minggu setelahnya."

Menurut laporan Engadget, tes static fire akan menjadi kali pertama 27 mesin Merlin milik Heavy dinyalakan pada saat bersamaan. Dan jika tes ini berjalan lancar, Falcon Heavy akan siap untuk diluncurkan pada awal tahun 2018. 

Sebelum ini, peluncuran Falcon Heavy telah ditunda beberapa kali. CEO SpaceX Elon Musk menyebutkan bahwa alasan penundaan itu adalah karena pengembangan dari roket yang besar dan tangguh itu "jauh lebih susah" dari yang diperkirakan oleh SpaceX. 

"Falcon Heavy harus bisa menyalakan 27 mesin kelas-orbit pada saat bersamaan," kata Musk dalam konferensi R&D ISS pada bulan Juli. "Ada banyak masalah yang mungkin terjadi." Karena itulah, Musk memeringatkan bahwa ada kemungkinan penerbangan pertama Heavy akan berakhir dengan kegagalan. 

"Kemungkinan besar, roket ini tidak akan mencapai orbit. Saya harap roket ini akan terbang cukup jauh dari tempat peluncuran sehingga tidak akan menyebabkan kerusakan pada tempat peluncuran -- saya akan menganggap hal itu sebagai sukses," kata Musk. 


(MMI)

Nokia 2, Smartphone Paling Terjangkau dari HMD
Review Smartphone

Nokia 2, Smartphone Paling Terjangkau dari HMD

1 week Ago

Nokia 2 merupakan smartphone kelas pemula dari HMD. Ini ulasan tentang kelebihan dan kelemahann…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.