Google Jadi Perusahaan Pengguna Energi Terbarukan Terbesar

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 04 Dec 2017 15:13 WIB
googleenergi terbarukan
Google Jadi Perusahaan Pengguna Energi Terbarukan Terbesar
Google kini menjadi pengguna energi terbarukan terbesar. (AP Photo / Matt Rourke, File)

Jakarta: Google akhirnya menggunakan energi terbarukan 100 persen dengan energi surya atau energi angin. Perusahaan itu telah menandatangani tiga pembangkit listrik tenaga angin untuk menyediakan listrik sebesar 3GW.

Investasi Google untuk infrastruktur energi mencapai USD3,5 miliar di dunia. Dua per tiga di antaranya di Amerika Serikat, lapor Electrek. Dengan ini, Google akan menjadikan perusahaan yang paling banyak menggunakan energi terbarukan, menurut pernyataan Google pada hari Kamis. 

Perusahaan di bawah payung Alphabet itu membuat kontrak dengan 4 pembangkit listrik yang berbeda. Dua di antaranya berada di South Dakota, satu ada di Iowa dan satu lagi berada di Oklahoma. 

Pada akhir tahun lalu, Google mengumumkan bahwa mereka akan menggunakan tenaga terbarukan 100 persen pada tahun ini. Dengan kontrak terbaru ini, Google telah sepenuhnya menggunakan energi terbarukan untuk melakukan operasi mereka. 

Ini bukanlah pencapaian kecil, mengingat energi yang Google perlukan untuk melakukan komputasi pencarian setiap tahunnya. Jumlah total pencarian yang Google lakukan setiap tahunnya bisa mencapai triliunan.

"Konsumsi listrik Google memang banyak, tapi mereka sukses menggunakan energi terbarukan untuk itu, dan ini adalah pencapain besar," kata analis BNEF (Bloomberg New Energy Finance) Kyle Harrison pada Bloomberg

Perusahaan lain, seperti Apple, juga menggunakan energi terbarukan untuk sebagian besar energi yang mereka perlukan untuk beroperasi dalam satu tahun.

Meskipun Apple bisa menggunakan energi terbarukan untuk semua operasinya, Google akan tetap menjadi perusahaan pengguna energi bersih terbesar, mengingat mereka membutuhkan energi yang jauh lebih banyak dari Apple. 

Sebagian besar energi terbarukan yang digunakan oleh Google berasal dari pembangkit listrik tenaga angin, sementara sisanya, mereka menggunakan pembangkit listrik tenaga surya. Perusahaan pembeli energi bersih terbesar kedua setelah Google adalah Amazon. 

"Google telah membeli energi terbarukan di 3 benua, membuka jalan puluhan perusahaan lain untuk melakukan hal yang sama," kata Harrison. 


(MMI)

Nokia 6.1 Plus, Pilihan Pemburu Android One
Review Smartphone

Nokia 6.1 Plus, Pilihan Pemburu Android One

6 hours Ago

Nokia 6.1 Plus jadi smartphone Android One yang layak menjadi pilihan di antara merek lainnya.…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.