Google Larang Aplikasi Tampilkan Iklan di Layar Kunci Ponsel

Cahyandaru Kuncorojati    •    Jumat, 01 Dec 2017 18:49 WIB
google
Google Larang Aplikasi Tampilkan Iklan di Layar Kunci Ponsel
Tampilan iklan di layar smartphone yang terkunci tidak hanya merusak tampilan

Jakarta: Keputusan Google dalam melindungi pengguna Android dari banjir iklan semakin nyata. Kini mereka akan melarang aplikasi yang tampilkan iklan di layar smartphone.

Sebuah iklan wajar muncul ketika kita membuka sebuah aplikasi. Sayangnya, sebagian besar pengguna ponsel pintar setuju iklan yang muncul pada notifikasi apalagi layar kunci sudah melanggar kenyamanan pengguna.

Dilaporkan oleh Android Authortity bahwa Google telah mengeluarkan kebijakan mengenai lockscreen monetization. Google menyatakan jika notifikasi yang ditampilkan tidak terkait langsung dengan aplikasi yang digunakan, sebuah aplikasi tidak boleh memonetisasi layar kunci atau lockscreen pada perangkat dengan tampilan iklan.

Iklan seperti lockscreen ads banyak sekali dijumpai pada aplikasi Android, khususnya yang hadir dalam versi gratis. Pengguna yang tidak ingin dibanjiri iklan harus memasang aplikasi versi premium atau berbayar.

Beberapa iklan bahkan menerapkan sistem hadiah bagi pengguna yang memasang aplikasi dengan sistem lockscreen ads. Jadi apabila pengguna ponsel mengklik iklan yang muncul di layar kunci ponselnya, mereka akan mendapatkan poin yang bisa dikumpulkan dan ditukar dengan hadiah misalnya pulsa.

Google juga menyadari bahwa iklan juga menjadi salah satu media untuk menyebarkan gangguan dan serangan bagi celah keamanan perangkat. Oleh sebab itu, Google juga melarang sebuah iklan memiliki tampilan serupa dengan antarmuka sebuah aplikasi atau antarmuka perangkat. Tujuannya agar pengguna tidak terjebak oleh serangan siber yang berkedok iklan.  


(MMI)

Nokia 6.1 Plus, Pilihan Pemburu Android One
Review Smartphone

Nokia 6.1 Plus, Pilihan Pemburu Android One

6 hours Ago

Nokia 6.1 Plus jadi smartphone Android One yang layak menjadi pilihan di antara merek lainnya.…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.