WhatsApp Hadirkan Ikon Adaptif untuk Launcher Kompatibel

Lufthi Anggraeni    •    Kamis, 08 Mar 2018 09:11 WIB
whatsapp
WhatsApp Hadirkan Ikon Adaptif untuk Launcher Kompatibel
WhatsApp membekali fitur ikon adaptif pada versi beta dari aplikasi versi Android.

Jakarta: Pada versi beta terbaru, WhatsApp memperkenalkan fitur yang paling banyak diminta pengguna Android, yaitu ikon adaptif. Versi 2.18.74 beta ini mengaplikasikan lingkaran, kotak bersudut membulat, kotak, bentuk air, dan oval pada ikon aplikasi.

Ikon tersebut akan menyesuaikan diri dengan ikon lain pada perangkat, memastikannya tampil selaras dan mulus. Fungsionalitas estetika ini telah dapat dicoba pada versi beta terbaru oleh anggota penguji versi beta aplikasi WhatsApp ini, namun belum tersedia pada aplikasi resmi.

Pengguna juga harus menggunakan laucher yang mendukung ikon adaptif untuk dapat memanfaatkan fitur baru ini. Nova Laucher, Lawnchair, Action Launcher, dan Smart Launcher 5 merupaka launcher yang memungkinkan pengguna mengatur ikon adaptif sesuai keinginan pengguna.

Sebelumnya, WhatsApp dilaporkan siap menggulirkan update untuk WhatsApp Beta versi Windows Phone, dalam versi 2.18.30. Pada versi ini, WhatsApp mempersiapkan sejumlah fitur baru, salah satunya adalah Live Location. Fitur ini memungkinkan pengguna berbagi lokasi dengan pengguna lain dalan kurun waktu tertentu.

Sementara itu, salah satu pendiri WhatsApp Brian Acton, meninggalkan Facebook tahun lalu dengan tujuan membuat organisasi nirlaba. Organisasi bernama Signal yang dibuat oleh Acton ini juga berkecimpung di ranah aplikasi pengirim pesan.

Dalam sebuah blog post, CEO Signal, Moxie Marlinspike mengumumkan peluncuran Signal Foundation. Organisasi nirlaba tersebut dibangun dengan menggunakan dana yang didonasikan oleh Acton sebesar USD50 juta (Rp683,7 miliar).

Aplikasi pengirim pesan Signal mengunggulkan fitur keamanan yang diusungnya, dan menjadi populer di kalangan orang-orang yang peduli dengan privasinya, termasuk anggota senat Amerika Serikat dan orang-orang yang tinggal di negara korup. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.