Pendiri WhatsApp Sumbang Rp683 Miliar ke Aplikasi Kompetitor

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Jumat, 23 Feb 2018 13:03 WIB
whatsappaplikasi
Pendiri WhatsApp Sumbang Rp683 Miliar ke Aplikasi Kompetitor
Brian Acton, salah satu pendiri WhatsApp.

Jakarta: Salah satu pendiri WhatsApp, Brian Acton meninggalkan Facebook tahun lalu dengan tujuan membuat organisasi nirlaba. Ternyata, organisasi itu juga masih berkutat membuat aplikasi pengirim pesan, yaitu Signal. 

Dalam sebuah blog post, CEO Signal, Moxie Marlinspike mengumumkan peluncuran Signal Foundation. Organisasi nirlaba yang dibuat menggunakan dana sebesar USD50 juta (Rp683,7 miliar) yang didonasikan oleh Acton.

Aplikasi pengirim pesan Signal dikenal berkat fitur keamanannya. Aplikasi itu populer di kalangan orang-orang yang peduli dengan privasinya, termasuk anggota senat Amerika Serikat dan orang-orang yang tinggal di negara korup

Engadget melaporkan, meskipun namanya cukup dikenal, Signal memiliki masalah finansial, membuat mereka kesulitan mempekerjakan lebih banyak orang agar mereka bisa membangun lebih banyak fitur ke aplikasinya.

Moxie berkata, berkat pendanaan dari Acton, Signal "kini dapat meningkatkan besar tim, besar kapasitas dan besar ambisi kami." Mengingat Signal Foundation adalah organisasi nirlaba, maka Moxie dan timnya tidak perlu terlalu khawatir mendapatkan laba untuk membayar para investor.

Acton mengaku, tujuan mereka adalah membuat Signal Foundation dapat membiayai dirinya sendiri, meski sekarang, masih belum diketahui bagaimana cara mereka untuk mencapai tujuan itu. 

Meskipun Signal Foundation menggunakan uang dari Action, Signal Messenger akan tetap menjadi entitas mandiri yang dipimpin oleh Moxie di bawah Foundation. Ke depan, mereka berharap mereka akan dapat menawarkan berbagai produk untuk merealisasikan misi Signal yaitu memungkinkan komunikasi yang aman. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.