Buat Kicauan Anti-Islam, Akun Uber dan Lyft Wanita Ini Diblokir

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Sabtu, 04 Nov 2017 10:03 WIB
uber
Buat Kicauan Anti-Islam, Akun Uber dan Lyft Wanita Ini Diblokir
Uber dan Lyft memblokir akun orang yang menunjukkan sikap diskriminatif. (XDA Developers)

Metrotvnews.com: Uber dan Lyft telah memblokir akun aktivis sayap kanan, Laura Loomer. Hal ini dimulai ketika Loomer, seorang komentator yang dikenal sering mengunggah tweet kontroversial, mengatakan bahwa dia tidak bisa menemukan pengendara Uber atau Lyft yang bukan seorang Muslim.

"Ini gila," tulisnya, seperti yang dikutip dari CNET.

Dia kemudian membuat beberapa kicauan anti-Muslim untuk dilihat oleh lebih dari 100 ribu pengikutnya. Kicauan ini dia buat setelah kejadian di New York City, yaitu ketika seorang mantan pengendara Uber dan Lyft, Sayfullo Saipov, diduga mengarahkan mobilnya ke jalan sepeda, membunuh 8 orang dan melukai belasan orang lainnya.

"Kenapa Uber mempekerjakan teroris Islam?" tulisnya dalam salah satu kicauannya.

Loomer juga menulis bahwa dia akan mengambil tindakan hukum melawan Uber setelah seorang pengendara yang dilaporkan bernama Mohammed diduga menolak untuk mengantarkannya ke hotelnya ketika dia mendengar pembicaraan Loomer tentang perayaan Yahudi, Rosh Hashanah. 

Baik Uber dan Lyft mengonfirmasi bahwa akun Loomer telah ditutup. Uber berkata, Loomer telah melanggar peraturan penggunaan mereka, yang di dalamnya terdapat peraturan seperti "saling menghargai".

Perusahaan juga mengatakan bahwa penumpang bisa kehilangan akses atas Uber jika mereka membuat "komentar atau gerakan yang agresif, seksual, diskriminatif atau tidak sopan."

Ini bukan pertama kalinya Uber dan Lyft melawan penumpang dengan tingkah laku tidak pantas. Setelah kejadian di Chartlottesville, Virginia, Amerika Serikat pada bulan Agustus lalu, kedua perusahaan transportasi berbasis aplikasi mengatakan bahwa mereka akan memblokir siapapun yang menunjukkan sikap diskriminatif atau penuh kebencian. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.