Nokia Bakal Kembali Pakai Merek Asha?

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 16 Jan 2018 11:14 WIB
nokia
Nokia Bakal Kembali Pakai Merek Asha?
Lisensi merek Nokia dipegang oleh HMD Global. (AFP PHOTO / Damien MEYER)

Jakarta: Pada 18 Mei 2017, Nokia mengumumkan perjanjian strategis terkait lisensi merek dan properti intelektual dengan HMD Global. Pada 1 Desember, perjanjian antara HMD, FIH Mobile Limited dan Microsoft akhirnya selesai. 

Tidak lama setelah hak penggunaan merek berganti tangan, Nokia kembali ke industri perangkat mobile dengan ponsel Android pertamanya, Nokia 6. Smartphone tersebut kemudian disusul oleh peluncuran enam smartphone lainnya. Sebanyak lima di antaranya masuk ke pasar India. 

Sementara itu, di Indonesia, Nokia masuk dengan meluncurkan tiga smartphone buatannya, yaitu Nokia 3, 5 dan 6. Belum lama ini, Nokia juga membawa smartphone kelas pemula miliknya, Nokia 2

Menurut laporan TechRadar, Nokia punya ketertarikan untuk masuk ke pasar smartphone India, negara berkembang sama seperti Indonesia dan ingin kembali menggunakan nama "Asha". HMD Global telah mendapatkan merek dagang untuk label Nokia "Asha".

Label "Asha" ini didapatkan HMD melalui EUIPO (EU Intellectual Property Office/Badan Properti Intelektual Uni Eropa). Merek dagang tersebut dipindahkan ke HMD Global pada 10 Januari lalu. 

Merek dagang tersebut menyebutkan bahwa label Asha bisa digunakan untuk software komputer yang digunakan pada ponsel mobile dan smartphone dan layanan komunikasi nirkabel untuk software komputer yang digunakan pada ponsel mobile dan smartphone.

Ini mengimplikasikan bahwa Nokia memiliki strategi untuk kembali meluncurkan seri "Asha" sebagai smartphone, bukan feature phone. Merek Asha kemungkinan akan digunakan pada seri smartphone dengan harga terjangkau atau ponsel Android Oreo dengan harga terjangkau (Go Edition). 

Sebelum ini, juga telah beredar rumor bahwa HMD Global mungkin akan meluncurkan smartphone Nokia 1, ponsel ramah kantong yang sudah menggunakan Android Oreo (Go Edition).

Android Go adalah varian dari Android Oreo dengan fitur yang lebih sedikit. Dengan begitu, pengguna tetap bisa menggunakan sistem operasi itu pada smartphone dengan spesifikasi yang tidak terlalu tinggi. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.