AI dan Deep Learning, Kunci NVIDIA RTX Makin Canggih

Mohammad Mamduh    •    Rabu, 26 Sep 2018 22:55 WIB
nvidiahardwaregeforce rtxvga
AI dan Deep Learning, Kunci NVIDIA RTX Makin Canggih
Contoh Ray Tracing dari NVIDIA Turing

Bangkok: Selain Ray Tracing, arsitektur Turing pada NVIDIA RTX juga punya satu teknologi yang identik dengan kecerdasan buatan.

NVIDIA membenamkan NGX (Neural Graphics Framework). Ini adalah API atau antarmuka untuk developer yang nantinya akan memberikan akses baru dalam meningkatkan pengalaman visual game.

NGX sendiri menekankan beberapa kelebihan, pada pemanfaatan teknologi Deep Learning dan Kecerdasan Buatan.

Keduanya sejauh ini digaungkan oleh beberapa perusahaan teknologi raksasa, dan NVIDIA bisa dibilang salah satu yang memanfaatkannya untuk pengolahan grafis. NGX memungkinkan optimalisasi visual yang tidak berlaku dalam satu kondisi.

“Dalam konteks ini, AI bisa berguna untuk berbagai hal,” kata NVIDIA Director of Technical Marketing, APAC Jeffrey Yen dalam konferensi pers terbatas yang digelar di Bangkok, Selasa 25 September 2018.



AI InPainting
Ia memberikan contoh dalam pengolahan gambar berupa foto raut wajah atau pemandangan. Sang editor mencoba menghapus satu atau beberapa bagian wajah, atau menghilangkan pohon dari foto pemandangan tersebut.

“AI akan mencoba melengkapi elemen yang sudah hilang ini. Hasilnya mungkin belum terlalu bagus, tetapi setidaknya sudah mencukupi kebutuhan.”

Fitur bernama AI InPainting ini akan mencoba mengisi kekosongan detil dalam foto yang telah diolah. Beberapa informasi esensial dalam bentuk algoritma, seperti rupa objek, unsur warna, dan dimensi, berasal dari berbagai data yang dikumpulkan dalam Deep Learning.

AI InPainting akan mengisi kekosongan itu dengan referensi terbaik dan serealistis mungkin, walaupun belum tentu sama persis dengan foto aslinya.

Slow Motion
Kecerdasan buatan atau AI ini juga bisa meningkatkan kemampuan perekaman slow motion hingga empat kali lebih baik. Ini sesuai untuk para videografer ketika mereka menginginkan video dalam gerakan lambat yang punya detail lebih presisi.

Selain untuk pengolahan grafis, Deep Learning pada kecerdasan buatan juga bisa diterapkan untuk aspek lainnya, seperti dalam game.

“Musuh dalam game bisa lebih pintar dan lebih kuat, objek lingkungan permainan lebih tajam, Ini juga bisa mendeteksi cheat,” kata Jeffrey. “Game juga punya kemampuan khusus seperti menjalankan perintah via suara.”


DLSS
DLSS adalah Deep Learning Sumper Sampling. NVIDIA menjadikan teknologi sebagai salah satu kehebatan GPU Turing dalam membuat detil objek lebih baik. DLSS memungkinkan render visual lebih akurat terhadap beberapa objek yang cenderung tidak penting dalam satu adegan atau lokasi, yang biasanya terproyeksi buram.

NVIDIA memberikan satu contoh di bawah ini. Anda bisa melihat papan dengan tulisan yang sebelumnya buram saat menerapkan TAA (Temporal Anti-Aliasing), dan menjadi lebih jelas saat memanfaatkan DLSS.



Untuk implementasi lebih konkrit, NVIDIA membuka kesempatan kepada developer untuk memanfaatkan NVIDIA NGX.

Dari situ, studio game bisa melihat pengembangan apa yang diperlukan agar game mereka bisa berjalan lebih optimal dan lebih baik pada PC yang menggunakan VGA NVIDIA. Data dari developer juga kemudian akan dikembangkan oleh NVIDIA, dan optimalisasi bisa hadir secara berkala melalui update driver.

Tantangan yang muncul adalah, ketika game baru mendapatkan dukungan, ukuran driver ini bisa semakin besar. Pihak NVIDIA mengaku bahwa mereka akan mencoba menyederhanakan update driver, meskipun jumlah dukungan game terhadap NGX semakin banyak.


(MMI)

Roccat Kone AIMO, Premium Pakai Kecerdasan Buatan
Review Mouse Gaming

Roccat Kone AIMO, Premium Pakai Kecerdasan Buatan

1 day Ago

Roccat Kone AIMO digolongkan sebagai mouse gaming premium dengan fitur yang sangat pantas dimil…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.