Solusi Nokia Command Center Broadband untuk Kondisi Darurat

Cahyandaru Kuncorojati    •    Rabu, 23 May 2018 16:50 WIB
nokiasmart city
Solusi Nokia Command Center Broadband untuk Kondisi Darurat
Ilustrasi.

Jakarta: Nokia mengumumkan solusi terbarunya berupa pusat komando dan pengendalian yang bisa dimanfaatkan institusi keamanan publik yang diberi nama Advanced Command Center.

Head of Global Services Portfolio Sales Nokia Asad Rizvi menuturkan, situasi keamanan publik yang semakin kompleks saat ini membutuhkan pendekatan baru yang dibangun berbasis integrasi dan otomatisasi.

"Advanced Command Center dari Nokia mengoptimalkan alokasi sumber daya dan memungkinkan penyelarasan multilembaga yang efisien, kolaborasi, dan koordinasi bersama antara layanan-layanan di lembaga kepolisian, kesehatan, dan pemadam kebakaran, karena mereka dapat lebih sigap dalam menghadapi keadaan darurat," jelasnya.

Solusi ini diklaim merupakan suatu langkah maju menuju standar panggilan darurat 911 dan 112 generasi berikutnya, yang memungkinkan panggilan telepon melalui berbagai media, meneyeluruh melalui layanan video dan IoT, serta peningkatan kerja sama multilembaga melalui pusat tanggap darurat virtual.

Advanced Command Center dirancang memenuhi kebutuhan institusi-institusi keamanan publik yang dihadapkan dengan tanggung jawab yang semakin besar dan transisi dari layanan tanggap darurat berbasis suara ke layanan yang berpusat pada broadband data.

Sebagai bagian dari portofolio ViTrust Nokia, Advanced Command Center menggabungkan layanan darurat generasi berikutnya (NEXES), panggilan darurat sarat media, serta kemampuan pengiriman tim dengan Integrated Operations Center Nokia untuk manajemen kota cerdas.

Advanced Command Center juga diklaim mengintegrasikan kemampuan dan sistem baru. Misalnya, pengawasan video yang dikombinasikan dengan Nokia Scene Analytics, yang membantu mendeteksi kejanggalan dalam aliran video real-time, serta Nokia Sensing, solusi layanan yang dilengkapi dengan sensor IoT di lingkungan smart city untuk memberikan tanda-tanda akustik dan melacak perubahan lingkungan, di antara wawasan lainnya.

Data yang telah terkonsolidasi dianalisis untuk mengidentifikasi dan secara proaktif memitigasi potensi keadaan darurat.

Kesadaran situasional yang komprehensif juga membantu manajemen insiden dan pengambilan keputusan yang cepat dan berdasarkan fakta dalam skenario-skenario yang semakin kompleks.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.