Perusahaan Harus Adopsi Teknologi Digital dan Waspada

Cahyandaru Kuncorojati    •    Senin, 10 Sep 2018 09:04 WIB
cyber securitytransformasi digitalaruba networks
Perusahaan Harus Adopsi Teknologi Digital dan Waspada
Ilustrasi. (VideoBlocks)

Jakarta: Studi yang dilakukan Aruba kepada 7.000 karyawan di 15 negara dan dirangkum dalam laporan "Digital Revolutionaries Unlock the Potential of the Digital Workplace", mengungkapkan bahwa adopsi teknologi digital di perusahaan berdampak positif.

Dampak positif baik untuk karyawan maupun bisnis perusahaan tersebut. Studi Aruba mengungkapkan manfaat bisnis dan manfaat yang diperoleh karyawan dari tempat kerja yang berorientasi digital

Perusahaan yang kurang mengadopsi teknologi digital berisiko tertinggal dalam persaingan dan tidak mampu menarik bakat-bakat hebat. Terungkap karyawan yang bekerja di tempat kerja digital tidak hanya lebih produktif, tetapi juga lebih termotivasi dan memiliki kepuasan kerja yang lebih tinggi.

Aruba menemukan karyawan yang berevolusi secara digital (digital revolutionaires) diidentifikasi sebagai mereka yang bekerja di tempat kerja yang sepenuhnya digital, mengaku 51 persen memiliki kepuasan kerja yang kuat dan 43 persen memiliki keseimbangan antara hidup dan kerja.

Selain itu, 56 persen dari mereka juga mengakui termotivasi di tempat kerjanya. 38 persen lebih memuji visi perusahaan mereka dibandingkan kalangan karyawan yang perusahannya kurang mengadopsi teknologi digital (digital laggards).

Fakta lain yang ditemukan Aruba adalah 65 persen kalangan digital revolutionaries mengaku telah mengalami pengembangan dan pertumbuhan profesional melalui penggunaan teknologi digital. 72 persen dari mereka juga lebih mampu dalam mengadopsi keterampilan kerja baru.

Aruba juga menemukan bahwa 71 persen responden terbuka terhadap rencana otomatisasi yang selama ini dianggap sebagai ancaman terhadap lapangan kerja. Meskipun demikian adopsi teknologi digital juga menyimpan ancaman yang harus diwaspadai perusahaan.

73 pesen karyawan mengakui telah melakukan perilaku berisiko seperti berbagi kata sandi dan perangkat, meskipun 56 persen menyatakan memiliki kesadaran tinggi terkait keamanan siber.

25 persen karyawan terhubung ke Wi-Fi gratis yang berpotensi tidak aman dalam 12 bulan terakhir. 20 persen mengatakan mereka menggunakan kata sandi yang sama di beberapa aplikasi. 17 persen mengaku menuliskan kata sandi mereka untuk mengingatnya.

Oleh sebab itu, perusahaan dituntut tidak hanya mengadopsi teknologi digital sejak dini, tapi juga merancang keamanan siber yang jelas sebelum mengadopsi teknologi digital ke seluruh operasional bisnis dan jajaran karyawannya.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.