Hacker Bisa Pantau Anda Lewat CCTV yang Dibobol

Cahyandaru Kuncorojati    •    Rabu, 09 May 2018 08:31 WIB
cyber security
Hacker Bisa Pantau Anda Lewat CCTV yang Dibobol
Ilustrasi CCTV.

Jakarta: Fungsi perangkat kamera CCTV (Closed Circuit Television) memang ditujukan sebagai keamanan tapi di satu sisi juga bisa membuat Anda terancam. Bukannya membantu Anda memantau kondisi sekitar, justru Anda bisa dipantau langsung oleh orang yang tidak diketahui.

Dikutip dari Bleeping Computer, peneliti keamanan siber asal Argentina bernama Ezeuqiel Fernandez baru saja merilis sebuah video mengenai penemuan alat program yang bisa digunakan untuk meretas akses beberapa merek perangkat Digital Vieo Recorder (DVR) yang terhubung ke kamera CCTV.

Alaat bernama getDVR_Credentials ini membuat peretas memiliki akses sepenuhnya terhadap CCTV dan dari jarak jauh mereka bisa memantau langsung gerak gerik Anda lewat CCTV serta bisa saja memanipulasi rekaman video yang tersimpan di DVR.

Dijelaskan bahwa awalnya Fernandez mengira celah keamanan ini hanya ditemukan pada DVR buatan merek TBK tapi ternyata beberapa DVR dengan sistem di dalamnya juga memiliki cleah keamanan yang sama.

Lewat pemantauan menggunakan layanan monitor network security Shodan, Fernandez menemukan ada 55 ribu DVR yang bisa diserang.

Dalam screenshot yang diunggah Fernandez, diperlihatkan akses yang bisa didapatkan dari serangan tersebut mulai dari akses langsung ke sistem DVR, memantau langsung video yang terekam dari CCTV hingga membuat konfigurasi CCTV lewat perangkat DVR. Jadi secara tidak langsung kendali CCTV bisa jatuh ke tangan peretas.



Meskipun begitu sejauh ini Fernandez mengaku belum menemukan satupun serangan yang dilakukan terhadap CCTV atau DVR menggunakan perangkat yang dia temukan.

Apalagi dengan sistem keamanan yang kini serba terhubung satu sama lain lewat internet, bukan tidak mungkin apabila nantinya peretas bisa mengendalikan CCTV dalam jumlah banyak sekaligus.

Sejauh ini solusi yang ditawarkan oleh Fernandez adalah agar para pembuat sistem DVR meningkatkan keamanan perangkatnya dan bagi konsumen untuk tidak menggunakan kata kunci standar pada akses DVR maupun CCTV. Misalnya, menggunakan username dan kata kunci standar bawaan yaitu "admin".

Peretasan CCTV belakangan ini menjadi isu panas berkaitan dengan politik dan kegiatan spionase atau mata-mata antar negara. Amerika Serikat sendiri dikabarkan telah mengeluarkan instruksi agar tidak menggunakan CCTV buatan Tiongkok di pangkalan militer mereka.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.