Sprint dan T-Mobile akan Merger

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 30 Apr 2018 13:43 WIB
telekomunikasi
Sprint dan T-Mobile akan Merger
T-Mobile dan Sprint setuju untuk melakukan merger. (AFP PHOTO / GETTY IMAGES NORTH AMERICA AND AFP PHOTO / JUSTIN SULLIVAN AND SAUL LOEB)

Jakarta: Dua operator telekomunikasi di Amerika Serikat, Sprint dan T-Mobile mengumumkan bahwa mereka akan melakukan merger. Meskipun begitu, merger ini masih harus mendapatkan persetujuan dari para regulator dan pemegang saham kedua perusahaan. 

Perusahaan gabungan kedua operator ini akan memiliki markas di Bellevue Washington dan akan memiliki nama T-Mobile. CEO T-Mobile saat ini, John Legere akan bertanggung jawab atas gabungan persuahaan, sementara COO T-Mobile Mike Sievert akan menjadi COO sekaligus Presiden dari perusahaan, seperti yang dilaporkan The Verge

Pemegang saham mayoritas T-Mobile, Deutsche Telekom akan memegang 42 persen saham perusahaan gabungan, sementara pemilik saham mayoritas Sprint, SoftBank, akan memiliki 27 persen dan sisanya akan dipegang oleh pemegang saham umum.  CEO Sprint Marcelo Claure dan CEO SoftBank Masayoshi Son akan duduk di dewan dari perusahaan gabungan. 

Kedua operator ini menyebutkan, dengan melakukan merger, mereka akan bisa menekan harga dan mengambil untung dari "skala ekonomi yang lebih besar". Baik T-Mobile dan Sprint kalah bersaing dengan dua operator yang lebih besar, AT&T dan Verizon.

Melalui merger ini, mereka akan bisa bersaing dengan AT&T dan Verizon ketika mereka mulai membangun jaringan 5G di Amerika Serikat. Berdua, Sprint dan T-Mobile memiliki pelanggan hampir 100 juta orang. 

Diskusi tentang merger antara Sprint dan T-Mobile telah dimulai sejak lama. Sprint telah siap untuk membeli T-Mobile pada 2014.

Namun, diskusi itu berakhir dengan kegagalan. Keduanya kembali membahas potensi merger pada Mei tahun lalu. Mereka hampir melakukan merger pada September. Meskipun begitu, Sprint membatalkan merger tersebut pada Oktober. 

Sprint dan T-Mobile setuju untuk melakukan merger, tapi Masih ada banyak tantangan yang harus mereka hadapi sebelum bisa menggabungkan kedua persuahaan. Salah satunya adalah regulator, mereka harus setuju dengan merger ini. 


(MMI)

Roccat Kone AIMO, Premium Pakai Kecerdasan Buatan
Review Mouse Gaming

Roccat Kone AIMO, Premium Pakai Kecerdasan Buatan

4 days Ago

Roccat Kone AIMO digolongkan sebagai mouse gaming premium dengan fitur yang sangat pantas dimil…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.