Hacker Mulai Serang Pembangkit Listrik

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Kamis, 07 Sep 2017 14:13 WIB
cyber security
Hacker Mulai Serang Pembangkit Listrik
Ilustrasi. (Juice / Rex / Shutterstock)

Metrotvnews.com: Serangan siber diarahkan pada lebih dari 20 pembangkit listrik di Amerika Serikat dan negara lain secara terus menerus, menurut laporan Symantec.

Dinamai Dragonfly, serangan ini telah aktif sejak 2011. Namun, Symatec menyadari akan adanya peningkatan aktivitas pada akhir 2015 yang berlanjut hingga sekarang. Beberapa fasilitas penting menjadi target dari serangan ini pada musim semi dan musim panas tahun ini. Banyak di antaranya terletak di AS.

Pertama kali dilaporkan oleh Wired, serangan ini bersifat invasif. Ia tidak hanya menjelajah sistem pembangkit listrik, tapi juga mengambil alih kendali sistem. "Grup ini kemungkinan memiliki kemampuan untuk melakukan sabotase atau mengendalikan sistem jika mereka mau," tulis peneliti Symantec dalam laporannya, seperti yang dikutip dari The Verge.

Saat ini, masih belum diketahui apa tujuan dari grup tersebut. Kemungkinan, mereka sudah mendapatkan akses ke organisasi yang menjadi target mereka. Symatec menemukan gambar screenshot dari komputer yang diserang yang dikelompokkan berdasarkan organisasi dan nama perangkat yang sering diikuti dengan kata "Ctrl", yang mungkin berarti grup penyerang ini telah berhasil mengambil alih sebuah perangkat.

Symantec tidak menyebutkan pihak yang mungkin menjadi dalang di balik serangan ini. Namun, fakta bahwa serangan ini bisa terjadi selama bertahun-tahun mengimplikasikan bahwa pelakunya adalah pemerintahan negara dengan motif politik.

Serangan ini mirip dengan gelombang serangan pada pembangkit listrik di Ukraina yang diduga dilakukan oleh Rusia. Meskipun begitu, belum ditemukan hubungan yang pasti antara kedua serangan ini. 

Serangan pada pembangkit listrik ini tidak dilakukan dengan menggunakan kelemahan zero-day. Sebagai gantinya, serangan dilakukan menggunakan kelemahan yang memang sudah dipublikasikan dan teknik phishing, termasuk email undangan ke pesta akhir tahun. Ini membuat serangan ini sulit untuk diidentifikasi.

"Ini bisa berarti usaha untuk melindungi jati diri penyerang," tulis para peneliti Symantec. "Atau karena kekuarangan sumber daya."


(MMI)

Vivo V7+, Layar Luas Manjakan Pecinta Selfie
Review Smartphone

Vivo V7+, Layar Luas Manjakan Pecinta Selfie

2 days Ago

Vivo V7 Plus kembali mengunggulkan kemampuan kamera depan, yang diklaim mampu memanjakan penggu…

BERITA LAINNYA
Video /