Tahun 2020, Pabrik di Asia Pasifik Makin Pintar

Mohammad Mamduh    •    Kamis, 07 Sep 2017 11:32 WIB
corporate
Tahun 2020, Pabrik di Asia Pasifik Makin Pintar
Paparan studi Asia Pacific Manufacturing Vision Study 2017

Metrotvnews.com, Jakarta: Zebra Technologies meluncurkan hasil studi yang bertajuk Asia Pacific Manufacturing Vision Study 2017, sebuah penelitian yang menganalisis tren yang mulai bermunculan yang akan membentuk masa depan industri manufaktur.
 
Penelitian regional ini menemukan bahwa jumlah industri manufaktur yang mendukung pabrik yang terhubung penuh akan meningkat hampir tiga kali lipat pada tahun 2022. Hal ini berarti, 46 persen diprediksi akan memiliki kemampuan untuk sepenuhnya terhubung dalam jangka waktu lima tahun.
 
Industri manufaktur akan terus mengadopsi Industry 4.0 dan pabrik pintar. Para pekerja akan menggunakan kombinasi antara identifikasi frekuensi radio (radio frequency identification/RFID), teknologi-teknologi yang dapat dikenakan (wearable), sistem otomatis dan teknologi baru lainnya untuk memantau berbagai proses fisik pabrik dan memungkinkan perusahaan untuk mengambil keputusan yang terdesentralisasi.
 
Industri manufaktur di wilayah Asia Pasifik akan memimpin tren ini secara global, dengan 77 persen responden memperkirakan akan mengumpulkan data dari produksi, rantai pasokan, dan karyawan secara holistik pada tahun 2020, dibanding dengan 46 persen produsen yang melakukannya saat ini.
 
Para eksekutif di seluruh wilayah Asia Pasifik menyatakan bahwa pencapaian jaminan kualitas merupakan prioritas utama mereka dalam lima tahun ke depan. Industri manufaktur yang berwawasan maju mengadopsi filosofi yang berfokus pada kualitas untuk mendorong pertumbuhan, throughput dan profitabilitas.

Mengingat beragam perbaikan yang dilakukan oleh pemasok dan produsen pada akhirnya akan meningkatkan kualitas barang jadi, lebih sedikit responden mengatakan bahwa permasalahan terkait kualitas akan menjadi perhatian utama di masa depan.
 
Sebanyak 42 persen industri manufaktur yang disurvei berencana berinvestasi dalam teknologi visibilitas guna memacu pertumbuhan. Sebanyak 55 persen akan menerapkan sistem lokasi real-time (real-time location systems/RTLS) dan 48 persen berencana menggunakan RFID di tahun 2022, yang akan memberikan transparansi yang sangat dibutuhkan di seluruh operasi mereka.

“Para produsen kini tengah memasuki era baru, di mana terjadi peningkatan ekspektasi akan produksi yang lebih cepat dan lebih berkualitas, serta marjin yang sangat kompetitif. Tren ini sangat relevan di Asia Pasifik, suatu kawasan yang sering dianggap sebagai pusat manufaktur dunia," kata Ryan Goh, Vice President and General Manager, Zebra Technologies, Asia Pacific.


(MMI)