NICE: Otomatisasi Perusahaan Agar Lebih Efisien

Mohammad Mamduh    •    Jumat, 11 Aug 2017 11:43 WIB
corporate
NICE: Otomatisasi Perusahaan Agar Lebih Efisien
Ilustrasi: Automation

Metrotvnews.com, Jakarta: Otomatisasi dinilai cukup penting dalam meningkatkan kinerja perusahaan. Penerapan otomatisasi tersebut tidak hanya berlaku untuk pabrik yang menyediakan mesin produksi, tetapi juga berbagai layanan yang digunakan oleh banyak konsumen.

Setiap tugas berulang yang membutuhkan ketepatan dan kecepatan, namun sedikit penilaian, akan lebih baik dilakukan oleh robot. Ketika manusia dipaksa untuk mengerjakan proses-proses manual dan membosankan secara berulang-ulang, hal itu dapat menyebabkan frustrasi seiring berjalannya waktu dan menjadi rawan kesalahan.

Mengingat pasar tenaga kerja saat ini memiliki sedikit karyawan dengan kemampuan-kemampuan yang mumpuni, mempekerjakan manusia untuk tugas-tugas berulang tersebut sama artinya dengan menyia-nyiakan sumber daya yang berharga.

Meskipun IDC memperkirakan 40 persen inisiatif transformasi digital di Asia Pasifik akan didukung oleh kemampuan Artificial Intelligence (AI) pada tahun 2020, hanya 12 persen Chief Information Officer (CIO) di wilayah ini yang meyakini bahwa AI akan memberikan dampak positif bagi bisnis mereka dalam lima tahun ke depan.

Satu hal lumrah jika para CIO yang dibebani dengan penyusutan anggaran dan peningkatan tuntutan dari para pengguna bisnis menjadi skeptis terhadap kemunculan teknologi baru lainnya. Yang ingin mereka ketahui adalah bagaimana teknologi tersebut akan berfungsi, dan apakah teknologi tersebut akan benar-benar memenuhi janjinya, serta berapa besar Return on Investment (ROI) yang dihasilkan.

Menurut NICE dalam keterangan resminya, kepuasan pelanggan berbicara tentang memberikan apa yang pelanggan inginkan, di saat mereka menginginkannya. Seluruh industri saat ini berada di bawah tekanan yang amat besar untuk menyediakan pengalaman pelanggan yang luar biasa di dunia yang berpusat pada pelanggan ini, sekaligus menjaga biaya serendah mungkin. 

"Dengan mengganti tugas-tugas manual yang panjang dengan proses otomatis yang lebih cepat, perusahaan-perusahaan di Asia di seluruh industri kini dapat meraih kepuasan pelanggan dan penghematan biaya yang lebih tinggi," kata Darren Rushworth, Presiden Wilayah Asia Pasifik, NICE.

Ia memberi contoh, satu perusahaan layanan finansial berhasil mengurangi rata-rata waktu penanganan panggilan sebesar 82 persen melalui otomatisasi seluruh proses notifikasi pelanggan. Dengan otomatisasi, petugas call center dapat berfokus pada pekerjaan-pekerjaan yang lebih bernilai tambah, seperti investigasi penipuan dan layanan pelanggan. Perusahaan tersebut kini menangani lebih dari 8.000 notifikasi setiap bulannya, dengan 99 persen tingkat akurasi, dan memastikan kepuasan di seluruh perjalanan pelanggan.

Berlaku juga di seluruh industri, kami pun menyaksikan sebuah perusahaan ritel menghilangkan 100 persen kesalahan entri pesanan dengan mengadopsi RPA untuk memfasilitasi permintaan pengiriman dan tindak lanjut pelanggan. Hal ini menghasilkan peningkatan akurasi bagi perusahaan, berkembangnya basis pelanggan setia yang bahagia, serta peningkatan pertumbuhan pendapatan sepanjang tahun. 


(MMI)

Gandeng Google, Lenovo Ciptakan Smart Display untuk Rumah Pintar
CES 2018

Gandeng Google, Lenovo Ciptakan Smart Display untuk Rumah Pintar

1 day Ago

Lenovo Smart Display menghadirkan layanan asisten digital Google Assistant dalam bentuk layar s…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.