Essential Beli Perusahaan Email Cloud Magic

Lufthi Anggraeni    •    Senin, 10 Dec 2018 07:57 WIB
Essential Beli Perusahaan Email Cloud Magic
Essential dilaporkan mengakuisisi Cloud Magic tanpa informasi nilai transaksi.

Jakarta: Perusahaan teknologi yang didirikan oleh Bapak Android, Andy Rubin, Essential,  mengakusisi Cloud Magic, perusahaan yang mengembangkan aplikasi email yang kini telah tidak lagi berfungsi bernama Newton Mail, tanpa informasi terkait nilai transaksi.

Perusahaan ini telah menutup aplikasi email premium tersebut pada bulan September lalu, menyebabkan sebanyak 40 ribu pelanggan berbayarnya bernasib tidak jelas. Hal ini turut mengindikasikan bahwa aplikasi email berbayar memiliki lebih banyak permasalahan dibandingkan dengan email versi gratis, seperti Gmail dan Outlook.

Hingga saat ini, masih belum tersedia informasi terkait dengan fungsi Cloud Magic di Essential. Sementara itu pada bulan Mei lalu, Essential membatalkan pengembangan smartphone keduanya, untuk terfokus pada speaker cerdas Essential Home.

Kemudian, proyek speaker cerdas ini juga mengalami penundaan dan 30 persen pegawa Essential dirumahkan. Informasi terbaru menyebut bahwa Essential tengah mengembangkan perangkat dengan dukungan AI berlayar kecil.

Perangkat ini dikabarkan berkemampuan untuk menjalankan perintah suara, secara otomatis membalas pesan teks dan email untuk pengguna sembari memesan tempat dan membuat janji dengan restoran dan dokter, bagi penggunanya.

Selain itu, perangkat ini juga berkemampuan melakukan panggilan telepon. Essential sebelumnya menerima pendanaan sebesar USD300 juta (Rp4,3 triliun), untuk membantunya memproduksi smartphone unik.

Smartphone unik karya Essential ini dikabarkan akan diumumkan pada ajang Consumer Electronics Show di Las Vegas pada bulan Januari mendatang. Akuisisi Cloud Magic diprediksi ditujukan untuk menghadirkan peningkatan lebih tinggi pada ponsel AI yang dirumorkan tersebut.
(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.