Red Hat Rilis Dukungan Kubernetes dan Virtual Machine

Cahyandaru Kuncorojati    •    Rabu, 02 Jan 2019 14:19 WIB
red hatcorporatetransformasi digital
Red Hat Rilis Dukungan Kubernetes dan Virtual Machine
Red Hat.

Jakarta: Red Hat mengumumkan rilis terbaru Red Hat OpenStack Platform 14 yang diklaim memberikan dukungan terpadu untuk Kubernetes dan Virtual Machine.

Red Hat OpenStack Platform 14 merupakan solusi Infrastructure-as-a -Service (IaaS) pendukung aplikasi cloud-native. Kini terintegrasi dengan Red Hat OpenShift Container, platform Kubernetes kelas enterprise dari Red Hat.

Red Hat OpenStack Platform 14 diklaim berfungsi memberikan penawaran infrastruktur tunggal yang dapat menjadi fondasi bagi beban kerja tradisional, virtual, dan cloud native.

Red Hat menyebutkan berkaca dari data firma Gartner bahwa lanskap adopsi cloud bakal terdiri dari cloud hybrid dan multicloud yang di tahun 2020 sekitar 75 persen perusahaan akan mengadopsi dua jenis cloud tadi. Oleh sebab itu, Red Hat OpenStack Platform 14 diklaim sesuai dengan kebutuhan IT perusahaan ke depannya.

Red Hat OpenStack Platform memungkinkan perusahaan mentransformasi infrastruktur IT mereka menjadi lingkungan yang lebih lincah, efisien, dan inovatif.

Red Hat OpenStack Platform disebut membantu mengoptimalkan operasi IT untuk aplikasi tradisional yang ada, sekaligus berfungsi sebagai fondasi untuk pengembangan dan penyebaran aplikasi cloud-native.

Tidak hanya menyediakan solusi digital, Red Hat OpenStack Platform untuk server bare metal juga memiliki program sertifikasi hardware untuk digunakan.

Hal ini dirancang untuk memberikan opsi pembelian yang lebih sederhana dan lebih murah sekaligus memberikan kepercayaan kepada pelanggan bahwa hardware tersebut telah tersertifikasi untuk berfungsi optimal.

"Sebagai standar de facto dalam orkestrasi Linux container, adopsi Kubernetes sering menjadi bagian utama dari perpaduan teknologi untuk transformasi digital perusahaan, namun hal ini membutuhkan fondasi yang fleksibel dan skabilitas agar perusahaan dapat mewujudkan potensinya secara penuh," tutur VP Product Cloud Platform Red Hat, Joe Fernandes.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.