Apple Daftarkan Paten Baru untuk Headset

Lufthi Anggraeni    •    Senin, 12 Nov 2018 12:25 WIB
apple
Apple Daftarkan Paten Baru untuk Headset
Apple mendaftarkan paten untuk membantu pengguna menggunakan earcup headphone di telinga yang benar.

Jakarta: Bulan Oktober lalu, United States Patent and Trademark Office (USPTO) merilis dokumen paten yang didaftarkan Apple, untuk metode penggunaan sensor proximity kapasitif guna menentukan penggunaan headset Apple dengan benar oleh konsumen.

Teknologi yang disebutkan pada dokumen paten ini mampu mengenali pola telinga pengguna dan menentukan speaker kiri tertutup oleh telinga kiri. Namun, dokumen ini turut menjelaskan cara kerja dari teknologi ini.

Dokumen ini menyebut, jika speaker kiri ditempatkan di telinga kanan, maka pengguna akan menikmati konten yang seolah berasal dari sisi kiri dan suara datang dari dan hanya terdengar di sisi kanan.

Menggunakan headset dengan posisi yang salah menjadi permasalahan global yang dianggap Apple memerlukan solusi untuk menyelesaikannya. Sementara itu, pada dokumen paten yang dirilis USPTO pada minggu lalu, Apple kembali menghadirkan solusi untuk permasalahan ini.

Phone Arena melaporkan, dokumen tersebut didaftarkan dengan judul sistem dan metode untuk deteksi telinga kanan-kiri otomatis untuk headphone. Dan berdasarkan dokumen ini, Apple membedakan dua cara dalam menggunakan headset.

Dokumen baru ini menggunakan lima mikrofon yang ditempatkan di dalam dan sekitar earcup. Jajaran mikrofon ini akan membantu headset untuk menentukan pengguna menempatkan earcup di telinga yang tepat, dengan mengukur volume suara pengguna.

Dua mikrofon, satu di masing-masing earcup, diperkirakan akan digunakan sebagai penentu tersebut, atau tiga mikrofon dari salah satu earcup menjalankan fungsi ini dengan mengandalkan data untuk menentukan orientasi speaker headset.

Setelah menentukan orientasi headset, perangkat akan memastikan earcup yang mencakup telinga kiri akan menyuguhkan suara dari saluran kiri, dan earcup kanan menerima suara dari saluran kanan.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.