Jerman Denda Media Sosial Rp768 Miliar untuk Ujaran Kebencian

Cahyandaru Kuncorojati    •    Selasa, 02 Jan 2018 18:37 WIB
Jerman Denda Media Sosial Rp768 Miliar untuk Ujaran Kebencian
Facebook menjadi salah satu media sosial dengan jumlah pengguna terbanyak di dunia dan kerap mendapatkan teguran dari beberapa negara akibat konten negatif yang ditemukan di dalamnya.

Jakarta: Setiap negara di dunia sepakat untuk memberantas beredarnya konten ujaran kebencian atau hate speech di dunia maya. Permasalahannya, konten tersebut masih mudah ditemukan pada layanan media sosial.

Dilaporkan BBC, Jerman sudah sangat gerah dengan konten tersebut. Di 2018 ini, negara tersebut resmi memberlakukan kebijakan berupa hukuman denda USD57 juta atau Rp768 miliar bagi media sosial yang tidak bisa memberantas beredarnya konten ujaran kebencian.

Kebijakan ini diajukan oleh lembaga pengawas internet Jerman NetzDG pada bulan Juni tahun lalu dan disahkan pada awal Oktober 2016. Kemudian penyedian layanan media sosial dan internet di Jerman diberi waktu hingga akhir 2017 untuk menyediakan fitur pemberantasan konten ujaran kebenciann.

Jajaran pemerintah Jerman ingin agar setiap penyedia layanan media sosial menyediakan fitur untuk melaporkan sebuah konten termasuk konten yang sudah dilaporkan tapi belum juga ditarik dari internet. Mereka ingin konten tersebut bisa ditarik dalam waktu kurang dari 24 jam.

Surat kabar setempat, Deutsche Welle, menyebutkan beberapa layanan seperti Facebook, Twitter, Google, YouTube, Snapchat, dan Instagram masuk dalam daftar pengawasan yang cukup ketat dari lembaga dan pemerintahan di Jerman.

Tentu saja kebijakan ini tidak hanya ditanggapi positif tapi juga negatif. Banyak pihak yang kontra terhadap kebijakan ini menilai langkah pemerintah Jerman tersebut bisa membunuh kebebasan berpendapat di internet.

Pandangan negatif lainnya tidak lupa adalah rasa cemas apabila kebijakan ini digunakan oleh pemerintahan selanjutnya untuk kekerasan seperti mengontrol dan membungkam warga negara Jerman.
(MMI)

Lenovo Thinkpad X1 Teranyar Muncul di CES 2018
CES 2018

Lenovo Thinkpad X1 Teranyar Muncul di CES 2018

2 days Ago

Lenovo perkenalkan keluarga baru ThinkPad X1 yang terdiri dari tiga jenis perangkat sekaligus d…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.