Jarang Perbarui OS, Samsung Dipanggil Pengadilan

Cahyandaru Kuncorojati    •    Rabu, 28 Mar 2018 08:18 WIB
samsung
Jarang Perbarui OS, Samsung Dipanggil Pengadilan
Ponsel Samsung.

Jakarta: Di tahun 2016, lembaga perlindungan konsumen Consumentenbond di Belanda pernah megajukan tuntutan hukum kepada Samsung lantaran tidak peduli dengan aduan konsumen.

Konsumen di Belanda mengeluhkan Samsung jarang sekali merilis pembaruan untuk sistem oprasi ponsel buatannya. Kini dua tahun berselang, akhirnya pengadilan setempat mulai memanggil Samsung untuk memproses kasus tersebut, dikutip dari The Register UK.

Cosumentenbond atau yang dikenal juga sebagai The Dutch Consumers Association (DCA) mengklaim bahwa setidaknya ada 82 persen ponsel Samsung yang tidak mendapatkan update versi Android terbaru.

Alasan tuntutan tersebut terdengar wajar. Para konsumen menyatakan bahwa Samsung telah lalai terhadap perlindungan konsumen pengguna ponselnya dari serangan siber yang mengancam konsumen dengan tidak menyediakan update.

Pihak DCA mengaku bahwa di bulan Desember tahun 2016 mereka telah melayangkan protes langsung kepada pihak Samsung, namun mereka tidak mendapatkan balasan. Bahkan mereka sempat meminta menggelar pertemuan kedua belah pihak.

"Konsuen tidak mendapatkan kejelasan berapa lama mereka akan mendapatkan update untuk perangkat. Kami ingin Samsung memberikan informasi dengan jelas, termasuk soal celah keamanan," ungkap Director DCA Bart Combee.

Tidak hanya disitu, DCA juga mengakui bahwa Samsung tergolong lamban dalam menggulirkan update untuk ponsel penggunanya. Sekalipun Samsung menggulirkan update, DCA menemukan bahwa setiap ponsel bisa memiliki versi yang berbeda-beda, alias belum tentu yang terbaru.

Belum diketahui kelanjutan kasus ini di meja hijau. Kabarnya Samsung telah memberikan pernyataan bahwa mereka akan segera merilis update khususnya untuk keamanan perangkat.


(MMI)

ASUS Zenfone Max Pro M1, Pas untuk yang Suka Main Game Bareng
Review Smartphone

ASUS Zenfone Max Pro M1, Pas untuk yang Suka Main Game Bareng

2 hours Ago

Menjual daya tahan baterai yang awet dengan kebutuhan mobile gaming adalah perpaduan yang pas.

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.