Mulai 2020, Drone Jadi Industri Penting Tiongkok

Cahyandaru Kuncorojati    •    Minggu, 24 Dec 2017 16:24 WIB
drone
Mulai 2020, Drone Jadi Industri Penting Tiongkok
Drone buatan DJI asal Tiongkok menjadi salah satu pemilik pasar drone terbesar di banyak negara.

Jakarta: Kepopuleran drone ternyata berdampak cukup baik untuk Tiongkok. Pemerintahnya memprediksi nilai pasar drone tahun 2020 akan sangat besar.

Dilaporkan Reuters, Kementrian Industri Tiongkok melihat  pasar drone di negaranya akan meningkat sebanyak 40 persen tiap tahun hingga 2020. Hal ini akan membuat pasar drone khususnya segmen consumer di Tiongkok bernilai USD9,13 miliar atau Rp123 triliun.

Hal ini membuat kementerian bersama jajaran pemerintahan lain berencana membuat pengembangan drone lebih agresif lagi, sehingga memungkinkan penggunaan drone di segala bidang. Mereka bahkan berencana membentuk asosiasi drone tingkat nasional.

Tiongkok tidak berbeda dengan negara lainnya yang meregulasi penerbangan drone tanpa izin . Di sisi lain, pemerintah setempat juga enggan memperlambat laju industri drone di negaranya. 

DJI sebagai salah satu produsen drone asal Tiongkok yang namanya sudah mendunia dan membuat pendirinya masuk dalam daftar orang terkaya di Forbes. Founder & CEO DJI Frank Wang memiliki kekayaan USD3,2 miliar atau Rp43 triliun berkat kepopuleran DJI hingga ke Amerika dan Eropa.

Pemerintah Tiongkok sendiri rencananya ingin memasukkan industri drone ke dalam program 'Made in China 2025', sebuah program pengembangan industri manufaktur negara tersebut. Mereka menargetkan pasar drone di Tiongkok mencapai Rp371 triliun di 2025.

Namun, mengingat kencangnya isu mata-mata yang dituduhkan Amerika Serikat ke drone buatan Tiongkok, pasar drone Tiongkok bisa saja terkena imbas apabila beberapa negara di Amerika dan Eropa melarang penggunaan drone lebih luas.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.