Sea Hunter, Kapal Otonom Milik Angkatan Laut AS

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 06 Feb 2018 13:37 WIB
amerika serikatteknologi
Sea Hunter, Kapal Otonom Milik Angkatan Laut AS
Sea Hunter adalah kapal otonom. (DARPA)

Jakarta: Prototipe dari kapal otonom yang disebut MDUSV (Medium Displacement Unmanned Surface Vehicle) telah resmi diberikan pada Angkatan Laut Amerika Serikat dari DARPA (Defense Advanced Research Project Agency) setelah program pengujian dan evaluasi selama dua tahun.

Badan Riset Angkatan Laut akan melanjutkan pengembangan kapal yang dinamai "Sea Hunter" tersebut. Menurut Newsweek, kapal otonom ini dinamai Sea Hunter karena Angkatan Laut berharap, ia akan bisa mengejar kapal selam asing di laut di masa depan. 

Meskipun masih belum diketahui kapan pastinya Sea Hunter akan ikut serta dalam operasi angkatan laut, pernyataan dari DARPA mengimplikasikan bahwa kapal tersebut bisa mulai digunakan pada tahun ini, paling cepat. Kapal anti-kapal selam tersebut bisa menjadi kapal pertama dalam tipe kapal perang baru. 

"Sea Hunter merepresentasikan visi baru dari peperangan angkatan laut dengan menggantikan sejumlah kecil kapal bernilai tinggi yang sangat mumpuni dengan kapal yang lebih sederhana dan menawarkan kemampuan yang lebih baik ketika bersama," ujar Fred Kennedy dari DARPA. 

"Militer AS telah membahas pentingnya menggantikan bidak 'raja' dan 'ratu' dalam pertarungan laut dengan banyak 'pion.'"

Digital Trends menyebutkan, kerja sama antara Angkatan Laut dan DARPA dimulai pada 2014. Kapal yang dibuat ketika itu didesain dan dikembangkan oleh perusahaan keamanan Leidos dan resmi beroperasi pada April 2016. 

Pembuatan kapal ini memakan biaya USD20 juta (Rp272 miliar). Jika dibandingkan dengan biaya yang diperlukan untuk mengoperasikan kapal berawal serupa, biaya itu tidak mahal. Angkatan Laut berharap, kapal tersebut akan bisa berlayar selama berbulan-bulan, sejauh ribuan mil tanpa kru. Tak memiliki senjata, Sea Hunter saat ini tidak lebih dari kapal pengawas.

Sea Hunter memiliki panjang 127 kaki atau sekitar 39 meter dan dapat mencapai kecepatan 27 knot. Menggunakan kamera dan radar, kapal itu bisa mengetahui lokasinya sendiri dan lokasi dari kapal-kapal lain. 


(MMI)

Nokia 2, Smartphone Paling Terjangkau dari HMD
Review Smartphone

Nokia 2, Smartphone Paling Terjangkau dari HMD

1 week Ago

Nokia 2 merupakan smartphone kelas pemula dari HMD. Ini ulasan tentang kelebihan dan kelemahann…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.