Lazada Siapkan Algoritma Khusus untuk Cegah Penjual Nakal

Lufthi Anggraeni    •    Senin, 06 Nov 2017 18:31 WIB
lazada
Lazada Siapkan Algoritma Khusus untuk Cegah Penjual Nakal
Lazada siapkan tim pengawas konten dan algoritma khusus untuk menganalisa perbedaan harga yang ditampilkan di banner promosi dan situs.

Metrotvnews.com: Peningkatan popularitas e-commerce juga tidak lepas dari kontribusi bantuan jejaring media sosial dalam mempromosikan produk yang dipasarkan. Jejaring sosial seperti Facebook turut menyambut e-commerce dengan tangan terbuka dan menghadirkannya di halaman beranda halaman akun pengguna.

Hal tersebut juga disambut baik oleh salah satu e-commerce terbesar di Indonesia, yaitu Lazada. Hanya saja, sejumlah pengguna Facebook mengaku menemukan perbedaan terkait harga yang mereka ditemukan pada banner promosi yang muncul pada jejaring sosial tersebut dengan halaman produk di situs Lazada Indonesia.

Menganggapi hal tersebut, Chief Marketing Officer Lazada Indonesia, Ahmad Alkatiri menjelaskan bahwa perbedaan harga tersebut merupakan salah satu bentuk tindak tidak terpuji yang dilakukan penjual. Namun, konten berbeda harga tersebut telah ditangani dan dihapus oleh tim pengawas konten Lazada.

"Banner di Facebook menggunakan sistem Dynamic Product Ads (DPA), yang akan menampilkan iklan produk serupa secara otomatis jika konsumen pernah melihat produk tersebut. Jadi produk serupa masih berpeluang muncul di halaman Facebook pengguna," ujarnya kepada tim Metrotvnews.com.

Namun, Lazada menjamin konsumen tidak akan menemukan halaman konten saat mengaksesnya melalui tautan yang tersemat di banner tersebut.

Sementara itu, perbedaan harga tersebut juga diakui Ahmad sebagai bukan hal yang benar, dan menyebut Lazada Indonesia terus berupaya untuk melakukan edukasi dan pendampingan kepada penjual guna mencegah hal tersebut terulang.

Tidak hanya tim pengawas, Lazada juga berupaya mencegah peristiwa tersebut kembali terjadi dengan mempersiapkan algoritma khusus.

Algoritma ini bertugas mendeteksi perubahan harga secara signifikan dalam kurun waktu singkat pada produk yang dipasarkan di platform Lazda, dan kemudian diserahkan kepada tim pengawas konten untuk dianalisa.

Ahmad menyebut, selama perubahan harga tersebut termasuk ke dalam kategori wajar, Lazada akan izinkan pencantuman harga untuk dipromosikan di berbagai media. Jika tidak, Lazada mengaku akan memberikan peringatan sebelum mengambil tindakan tegas, dengan melarang akun penjual untuk memasarkan produknya di Lazada Indonesia.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.