Berkat Data, Pendapatan XL Naik

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Jumat, 02 Feb 2018 14:13 WIB
xltelekomunikasi
Berkat Data, Pendapatan XL Naik
Acara media update diadakan di XL Axiata Tower. (Medcom.id)

Jakarta: Pendapatan kotor XL Axiata naik 7 persen dengan pendapatan data sebagai kontributor utama. Dalam acara media update, CEO XL Axiata, Dian Siswarini menyebutkan bahwa ada tiga hal yang membuat pendapatan mereka tumbuh. 

Pertama adalah strategi "Dual Brand". Melalui strategi ini, XL menyasar kalangan pekerja sementara Axis menargetkan generasi muda.

Aspek kedua yang mendukung pertumbuhan pendapatan XL adalah berkat perluasan jaringan ke wilayah yang dianggap menguntungkan. Ketiga, pertumbuhan pendapatan dari pelanggan di luar Jawa. 

"Fokus XL pada tahun 2017 adalah untuk menjadi penyedia data pilihan pelanggan, itu bukan sekadar jargon," kata wanita yang akrab dengan panggilan Dian ini.

"Kami melakukan pembangunan jaringan data secara masif, dibarengi dengan pilihan bisnis yang sesuai untuk pelanggan."

Dian menjelaskan, layanan data memang jadi fokus XL dan mereka tidak segan untuk membiarkan pendapatan dari suara atau telepon menurun demi meningkatkan data. Dia menyebutkan, untuk mengembangkan jaringan data, ada dua hal yang harus diperhatikan, yaitu kapasitas dan cakupan jaringan.

Merasa jaringan XL di Jawa sudah memiliki cakupan yang cukup luas, XL memutuskan untuk menambah kapasitas. Sementara itu, XL sibuk untuk memperluas cakupan jaringan mereka di kawasan luar Jawa. 



Seperti yang dapat Anda lihat pada gambar di atas, XL melakukan pembangunan BTS 4G secara besar-besaran. Selama 2017, jumlah BTS 4G XL bertambah hampir dua kali lipat dari 2016. Dian menyebutkan, pada 2018, XL akan terus membangun BTS 4G.

"Kami berharap jangkauan jaringan 4G akan sama luasnya dengan jaringan 3G, yaitu mencakup 92 persen dari populasi," kata Dian saat ditemui di XL Axiata Tower. 

XL mengklaim sebagai operator yang layanan datanya berkontribusi paling besar pada total pendapatan. Layanan data XL memang menyumbang 68 persen dari total pendapatan XL. Pada tahun 2017, pendapatan XL dari data naik 58 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Sebaliknya, pendapatan XL justru mengalami penurunan sebesar 30 persen. 



"Pendapatan data naik 58 persen, tapi voice turun 30 persen. Kami tidak terlalu peduli karena itu memang sudah menjadi bisnis legacy. Bisnis itu memang terus turun," kata Dian. "Walau pendapatan dari voice turun, pengaruh pada total pendapatan tidak terlalu signifikan."

Dian merasa, salah satu alasan mengapa pendapatan XL dari naik bisa naik begitu tinggi karena mereka berhasil bekerja sama dengan penyedia layanan berbasis internet yang sesuai. Kerja sama dengan Google terkait YouTube menjadi contoh yang Dian berikan. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.