Google Rayakan Halloween dengan Animasi Jinx Si Hantu Kesepian

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 31 Oct 2017 11:04 WIB
googlehalloween
Google Rayakan Halloween dengan Animasi Jinx Si Hantu Kesepian
Jinx merupakan hantu yang kesepian yang ingin mencari teman.

Metrotvnews.com, Jakarta: Google rayakan Hari Halloween dengan membuat sebuah animasi pendek tentang Jinx, hantu yang kesepian. Jinx ingin ikut dalam kegiatan Halloween. Namun, dia memerlukan kostum yang tepat untuk itu. 

Pada Halloween tahun lalu, Google membuat Doodle yang bercerita tentang Momo, seekor kucing hitam, yang melindungi Magic Cat Academy dari invasi hantu jahil. Tahun ini, Jinx justru ingin ikut dengan Momo dan teman-temannya.

Jinx berusaha menggunakan kostum yang tepat agar Momo dan kawan-kawannya tidak ketakutan ketika melihatnya. Menemukan kostum yang sesuai tidaklah mudah. 

Google menjelaskan, pada awalnya, mereka ingin membuat cerita tentang bagaimana Momo menggunakan kostum hantu dan akhirnya jatuh cinta pada hantu yang sebenarnya. "Sayangnya, cerita supernatural ini lebih baik untuk Hari Valentine," tulis Google.

Setelah itu, tim Google akhirnya memutuskan untuk menggunakan konsep "hantu yang kesepian". Google ingin menyampaikan pesan pentingnya menjadi diri sendiri melalui Doodle ini. 



Menurut History.com, Halloween awalnya dirayakan oleh Celtic kuno sebagai festival Samhain. Kaum Celtic, yang tinggal di kawasan yang kini dikenal sebagai Irlandia, Inggris dan Prancis utara 2.000 tahun lalu, merayakan tahun baru mereka pada 1 November. 

Hari itu menandai akhirnya musim panas dan panen juga awal dari musim dingin yang gelap dan dingin. Ketika itu, musim dingin sering dikaitkan dengan kematian. Kaum Celtic percaya, pada malam tahun baru, batas antara dunia manusia dan dunia orang yang telah meninggal mengabur.

Pada malam 31 Oktober, mereka merayakan Samhain, percaya bahwa itu adalah malam ketika hantu dari orang-orang yang telah meninggal kembali ke Bumi. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.