Dassault Systemes Kenalkan Simulasi Virtual Smart City

Riandanu Madi Utomo    •    Senin, 19 Sep 2016 20:40 WIB
dassault systeme
Dassault Systemes Kenalkan Simulasi Virtual Smart City
Vice President Asia-Pacific South 3DS Business Transformation, Dassault Systemes, Alexandre Parilusyan

Metrotvnews.com, Jakarta: Perusahaan teknologi dan sains Dassault Systemes hari ini, Senin (19/9/2016), menggelar media gathering untuk memperkenalkan solusi smart city di Indonesia.

Dalam penjelasannya, Dassault Systemes memiliki pendekatan smart city yang berbeda dari perusahaan tekologi lainnya. Mereka memanfaatkan simulasi dan model 3D untuk mengetahui berbagai permasalahan yang ada di sebuah kota sebelum melakukan implementasi solusinya.

"Seperti yang sedang kami bangun di Singapura saat ini, kami memiliki solusi berupa simulasi dan model 3D dari sebuah kota, atau bisa disebut dengan kota virtual. Kota virtual ini dapat digunakan sebagai dasar dari berbagai simulasi, mulai dari simulasi banjir, angin, hingga kemacetan," ujar Vice President Asia-Pacific South 3DS Business Transformation, Dassault Systemes, Alexandre Parilusyan.

Sistem kota virtual yang diusung oleh Dassault Systemes kali ini tidak hanya untuk digunakan sebagai sarana simulasi. Parliyusan mengatakan sistem kota virtualnya tersebut juga bisa digunakan sebagai basis perencanaan tata kota ke depannya. 



Melalui kota virtual tersebut, pemerintah kota bisa menambahkan model bangunan sebelum bangunan tersebut dibangun. Dengan demikian, berbagai dampak yang ditimbulkan oleh bangunan tersebut terhadap lingkungan sekitarnya bisa terlihat.

Selain itu, sistem kota virtual Dassault Systemes kali ini juga bisa digunakan untuk mencari posisi ideal untuk membangun menara telekomunikasi, atau mencari gedung yang bisa dibangun panel surya di bagian atapnya. Model yang dihadirkan juga diklaim sangat detail, bahkan telah mendukung teknologi virtual reality.

"Sistem kota virtual kami sangat detail dan mendukung LOD4 (Level of Detail 4) dan bisa menampilkan hingga bagian interior. Dengan demikian, jenis simulasi yang dihadirkan bisa beragam dan hasilnya sangat akurat," lanjut Parilusyan.

Meski demikian, Parilusyan mengaku pihaknya belum mengadakan pendekatan kepada pemerintah kota di Indonesia. Namun Parilusyan optimis Indonesia bisa menerapkan sistem smart city.

Menurutnya, kebutuhan akan lingkungan yang lebih layak dan terintegrasi serta didorong oleh populasi muda membuat kota-kota di Indonesia dapat menerapkan sistem smart city untuk arah pengembangan yang lebih baik.


(MMI)

Video /