Kerja Sama dengan Citilink, JD.id Ingin Biasa Jualan di Pesawat

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Kamis, 31 Aug 2017 15:38 WIB
citilinke-commerce
Kerja Sama dengan Citilink, JD.id Ingin Biasa Jualan di Pesawat
Penandatanganan MoU di Hotel Raffles.

Metrotvnews.com, Jakarta: JD.id menandatangani kerja sama strategis dengan Citilink di Hotel Raffles, Kamis (31/8/2017). Kerja sama yang berlaku selama satu tahun ini terbagi menjadi tiga fase.

Fase pertama meliputi disediakannya layanan pre-flight shopping. Di sini, pembeli bisa memilih tempat pengantaran barang, mulai dari kota tempat tujuan, di bandara, atau bahkan di kabin pesawat.

Timothius Martin, Head of Marketing JD.id menjelaskan, hal ini bisa mereka lakukan karena mereka juga menyediakan jasa pengantar barang sendiri. Namun tentunya, barang-barang yang bisa diantarkan di bandara atau ke kabin pesawat hanyalah barang-barang tertentu. 

Fase pertama yang diharapkan akan bisa direalisasikan dalam waktu 2-3 minggu ini juga meliputi pemberian voucher belanja pada orang yang membeli tiket Citilink melalui situsnya. Sementara fase kedua meliputi dibentuknya JD-Citilink Digital Lounge. Juliandra Nurtjahjo, Direktur Utama Citilink menjelaskan, fase kedua ini diharapkan akan bisa dimulai pada awal tahun depan, untuk lebih tepatnya, pada Q1 2018. 

"Jadwal fase dua akan disesuaikan dengan jadwal kami untuk pindah terminal," ujar Juliandra. "Kami berencana untuk pindah terminal dari 1C sekarang, ke terminal 2. Sekarang, kita tengah membahas masalah ini dengan Angkasapura."

Selain digital lounge, dalam fase dua, JD.id dan Citilink ingin membuat agar penumpang Citilink bisa berbelanja saat penerbangan. Terkait hal ini, Timothius menjelaskan, JD.id dan Citilink tengah membicarakan teknologi apa yang akan mereka gunakan untuk menyediakan fitur ini, mengingat kelas ekonomi Citilink tidak dilengkapi dengan entertainment system. 

Timothius menyebutkan, ada dua opsi yang bisa mereka ambil. "Cara paling gampang adalah melalui smartphone, karena semua orang punya smartphone. Yang penting ada WiFi," katanya. "Namun, hal ini masih harus diskusi dengan tim teknis Citilink. Apa akan ada masalah keamanan atau tidak, apa biayanya mahal atau nggak. Kedua, kita buat in-flight system."

Dia mengatakan, saat ini, pihak JD.id dan CItilink tengah berdiskusi untuk menentukan metode apa yang akan mereka gunakan. Tidak tertutup kemungkinan, katanya, bahwa kedua cara itu akan digunakan, tapi pada saat yang berbeda. "Jadi,lagi diskusi, gunakan smartphone dulu, setelah JD.id dan Citilink siap untuk investasi, baru kita sediakan in-flight platform."

Pada fase ketiga, JD.id juga ingin menyediakan tur yang disediakan oleh Citilink ke dalam situsnya. Selain itu, pada fase ketiga, JD.id dan Citilink ingin membuat agar JD Points bisa dikonversikan ke Supergreen Garudamiles. Alasan JD.id memilih Citilink, jelas Timothius adalah karena maskapai tersebut memiliki rute penerbangan nasional yang banyak. 


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.