Uber Pertimbangkan Tawaran Pembelian Saham dari Investor

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 14 Aug 2017 13:11 WIB
uber
Uber Pertimbangkan Tawaran  Pembelian Saham dari Investor
Uber tengah mempertimbangkan 3 tawaran pembelian saham. (Bloomberg via Getty Images)

Metrotvnews.com: Dewan Uber telah memutuskan untuk menindaklanjuti proposal dari 2 grup investasi yang tertarik untuk membeli saham dari perusahaan transportasi berbasis aplikasi tersebut.

Selain itu, mereka juga mempertimbangkan tawaran untuk membeli saham dari grup investasi lain. Keputusan untuk menerima salah satu dari ketiga tawaran ini akan menentukan pihak yang memiliki dominasi atas Uber. 

Selama satu minggu belakangan, dewan Uber memutuskan untuk menindaklanjuti ketertarikan SoftBank untuk menanamkan investasi serta proposal dari koalisi yang dipimpin oleh Dragoneer Investment Group untuk membeli saham dari pemegang saham Uber. Terakhir, mereka juga mempertimbangkan tawaran dari konsorsium yang dipimpin oleh Shervin Pishevar, salah satu investor awal Uber. 

Ketiga tawaran ini dijelaskan oleh 4 orang yang tahu tentang proses ini pada New York Times dengan syarat nama mereka tidak disebutkan. 

Ketiga tawaran ini, yang fokus pada pembelian saham Uber dari pemegang saham saat ini, masih ada dalam tahap awal. Dalam tahap ini, para grup investasi akan memulai proses yang bisa berlanjut pada penanaman investasi secara resmi. 

Tawaran ini muncul ketika Uber tengah mengalami berbagai masalah. Saat ini, Uber tidak memiliki CEO dan para anggota dewannya justru bertengkar dengan satu sama lain. Travis Kalanick, mantan CEO dan salah satu pendiri Uber, mengundurkan diri pada bulan Juni setelah mendapat tekanan dari para investor. 

Meskipun begitu, Uber -- yang banyak mendapatkan kucuran dana dari modal ventura dan perusahaan ekuitas swasta -- tetaplah menjadi investasi yang menarik karena mereka merupakan perusahaan transportasi berbasis aplikasi terbesar dan berkembang dengan cepat.

Uber sendiri sebenarnya tidak memerlukan kucuran dana segara. Mereka telah berhasil mendapatkan dana USD10 miliar (Rp133,5 triliun) dalam bentuk utang dan modal serta masih memiliki uang kas sebesar USD5 miliar (Rp66,7 triliun) di bank.

Dewan mempertimbangkan pembelian saham ini untuk berbagai alasan. Bagi sebagian pemegang saham Uber, menjual saham sekarang dapat membantu mereka mendapatkan untung di kala masa depan Uber tidak pasti. Salah satu tawaran ini bahkan dapat berujung pada pengusiran salah satu investor -- Benchmark Capital -- dari dewan yang dipercaya oleh beberapa dewan lain melukai reputasi perusahaan. 

Satu hal yang harus dikhawatirkan adalah apakah proposal ini, jika diterima, akan memengaruhi valuasi Uber, yang kini memiliki nilai perusahaan USD68,5 miliar (Rp914,2 triliun). Dua dari 3 tawaran untuk Uber menawarkan pembelian saham Uber dengan harga lebih rendah. Namun, hal ini dapat menyelamatkan reputasi Uber. 


(MMI)

Video /