Facebook Setop Proyek Drone Internet

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Rabu, 27 Jun 2018 13:09 WIB
media sosialfacebookdrone
Facebook Setop Proyek Drone Internet
Aquila, drone pemancar internter dari Facebook.

Jakarta: Facebook mengumumkan bahwa mereka akan berhenti mencoba mengembangkan drone pemancar internet mereka.

Proyek yang dinamai Aquila ini dimulai empat tahun lalu. Kabar ini Facebook umumkan melalui sebuah blog post yang ditulis oleh Yael Maguire, Director of Engineering di Facebook. 

Pada awalnya, Aquila adalah proyek untuk membuat drone dengan tenaga surya yang dapat terbang tinggi untuk memancarkan internet.

Dengan menggunakan tenaga surya, drone ini diharapkan akan bisa terbang lebih lama. Drone tersebut dibuat untuk menyediakan layanan internet ke kawasan terpencil di dunia, lapor The Verge

Aquila adalah salah satu cara Facebook untuk membantu masyarakat di negara berkembang dan kawasan terpencil untuk mendapatkan akses internet. Dengan begitu, mereka bisa jadi pengguna Facebook. 

Facebook sempat menerbangkan drone prototipe mereka dua kali dalam uji penerbangan publik yang dilakukan pada 2016. Dalam pengujian ini, drone mengalami kerusakan yang serius ketika ia mendarat.

Sekarang, daripada mencoba membuat drone sendiri, Facebook berkata bahwa mereka akan fokus bekerja sama dengan perusahaan dirgantara untuk mengembangkan sistem pemancar internet dari ketinggian. 

"Ketika kami mengembangkan program ini, perusahaan-perusahaan ternama di bidang dirgantara juga ikut mulai mengembangkan teknologi ini -- termasuk desain dan pembuatan pesawat untuk ketinggian tinggi," kata Maguire.

"Karena itu, kami memutuskan tidak mendesain atau membuat pesawat kami sendiri dan menutup fasilitas kami di Bridgewater."


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.