Investasi Rp200 Triliun Alibaba untuk Bangun Logistik Cerdas

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Minggu, 03 Jun 2018 04:37 WIB
alibabae-commerce
Investasi Rp200 Triliun Alibaba untuk Bangun Logistik Cerdas
Ilustrasi.

Jakarta: Alibaba akan menanamkan investasi lebih dari Rp200 triliun untuk logistik pintar, ungkap Jack ma dalam Global Smart Logistics Summit yang diadakan pada 31 Mei di Hangzhou, Tiongkok. 

"Alibaba Group akan berinvestasi lebih dari Rp200 triliun untuk mengembangkan teknologi jaringan logistik pintar," kata Executive Chairman Alibaba Group, Jack Ma. "Ini bertujuan meningkatkan jangkauan dari efisiensi logistik serta menurunkan biaya logistik secara signifikan."

Salah satu tujuan utama dari jaringan logistik cerdas adalah membuat pengiriman barang di seluruh Tiongkok bisa dilakukan dalam waktu 24 jam dan pengiriman barang ke seluruh dunia bisa dilakukan dalam waktu 72 jam. 

Cainiao Network, afiliasi logistik Alibaba Group, telah berhasil menekan waktu pengiriman barang antar-negara dari rata-rata 70 hari menjadi kurang dari 10 hari untuk negara-negara tertentu.

Di Tiongkok, pengiriman di hari yang sama atau di hari selanjutnya telah menjangkau 1.500 kabupaten dan distrik. 

“Jaringan logistik ini tidak hanya untuk negara Tiongkok, tapi untuk seluruh dunia. Kami akan berkerja sama dengan mitra-mitra kami untuk mewujudkan rencana ini dan memberikan manfaat untuk semua orang,” kata Jack Ma.

“Karena industri ini akan semakin didukung dengan teknologi, Cainiao bertujuan untuk menjadi ‘otak’ dari industri logistik."

Setiap harinya, Cainiao memproses sekitar 100 juta paket. Hal ini bisa mereka lakukan berkat usaha mereka untuk mendigitalisasi industri logistik.

Di Tiongkok, industri logistik memang telah mengalami perubahan besar. Sekarang, setiap harinya ada 130 juta paket yang harus dikirimkan ke pelanggan yang membeli via e-commerce. Sementara di perusahaan kurir dan pengiriman makanan di Tiongkok, terdapat lima juta orang kurir. 

“Kami ingin membangun jaringan ini untuk membantu industri ini memenuhi kebutuhan masa depan,” ucap Ma.

“Hari ini, industri logistik bisa memproses 100 juta paket dalam sehari. Pada masa yang akan datang, kita akan memproses satu triliun paket dalam sehari. Industri logistik perlu mempersiapkan diri dengan infrastruktur yang kuat untuk menghadapi kondisi seperti ini.”


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.