Google Ditekan Demi Berhenti Kerja Sama dengan Huawei

Lufthi Anggraeni    •    Jumat, 22 Jun 2018 13:16 WIB
googlehuawei
Google Ditekan Demi Berhenti Kerja Sama dengan Huawei
Badan legislatif Amerika Serikat mendorong Alphabet dan Google untuk mempertimbangkan kerja samanya dengan Huawei.

Jakarta: Badan legislatif Amerika Serikat mendorong induk perusahaan Google, Alphabet, untuk mempertimbangkan kembali kerja samanya dengan perusahaan teknologi asal Tiongkok, Huawei.

Dorongan tersebut didukung alasan terkait risiko serius yang dapat dihadirkannya untuk keamanan nasional Amerika Serikat.

Dalam surat yang diajukan kepada CEO Google Sundar Pichai Rabu lalu, baik anggota badan legislatif dari partai Republik dan Demokrat menyebut mereka mengkhawatirkan kerja sama strategis antara Google dan Huawei. Keduanya memiliki riwayat kerja sama jangka panjang.

Saat ini, Huawei yang merupakan produsen smartphone terbesar ketiga di dunia berdasarkan pangsa pasar, menggunakan sistem operasi mobile Android karya Google pada perangkatnya.

Pada bulan Januari, keduanya menjalin kerja sama untuk mengembangkan standar baru terkait dengan layanan pesan di ponsel mobile.

Selain smartphone, Huawei merupakan perusahaan teknologi yang memproduksi perangkat elektronik konsumer, serta peralatan telekomunikasi sebagai bisnis utamanya.

Anggota badan legislatif dinilai tidak menyetujui keputusan Google melanjutkan kerja samanya dengan Huawei, setelah pada awal bulan Juni, memutuskan kerja sama dengan pemerintah Amerika Serikat pada proyek bernama Project Maven.

Proyek ini direncanakan untuk memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) Google menganalisis hasil foto drone guna meningkatkan ketepatan penargetan drone. Banyak pegawai mengutarakan kemarahannya terkait keputusan Google bekerja sama dengan pihak militer.

Google belum memberikan tanggapan resmi terkait dengan permintaan badan legislatif Amerika Serikat tersebut. Demikian juga dengan Huawei, yang belum memberikan tanggapan resmi terkait dengan permintaan badan legislatif Amerika Serikat kepada Google ini.

Ketegangan antara Tiongkok dan Amerika Serikat meningkat dalam beberapa minggu terakhir sebagai dampak peningkatan ketegangan terkait perdagangan antara kedua negara tersebut. Perusahaan teknologi lain yang juga dipermasalahkan oleh Amerika Serikat yaitu ZTE.


(MMI)

Nokia 6.1 Plus, Pilihan Pemburu Android One
Review Smartphone

Nokia 6.1 Plus, Pilihan Pemburu Android One

10 hours Ago

Nokia 6.1 Plus jadi smartphone Android One yang layak menjadi pilihan di antara merek lainnya.…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.