Yahoo Uji Aplikasi Pengirim Pesan, Squirrel

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Rabu, 09 May 2018 15:38 WIB
yahoo
Yahoo Uji Aplikasi Pengirim Pesan, Squirrel
Yahoo sedang menguji aplikasi Squirrel.

Jakarta: Secara total, semua aplikasi pengirim pesan memiliki lebih dari 5 miliar pengguna aktif bulanan pada tahun lalu. WhatsApp dan Messenger -- keduanya dinaungi oleh Facebook -- sudah memiliki pengguna aktif bulanan lebih dari satu miliar.

Popularitas aplikasi ini tampaknya masih akan terus naik. Karena itu, tidak heran jika Yahoo tertarik untuk membuat aplikasi sendiri. 

Diam-diam, Yahoo meluncurkan aplikasi pengirim pesan untuk iOS dan Android bernama Squirrel. Satu hal yang membedakan aplikasi ini dengan aplikasi chatting lainnya adalah karena ia fokus pada teman, keluarga dan rekan kerja, seperti yang disebutkan oleh TechCrunch. 

Satu fitur utama dari Squirrel adalah aplikasi ini hanya bisa diakses oleh orang-orang yang mendapatkan undangan.

Jadi, Anda tidak perlu mengakses kontak Anda untuk menjalin hubungan dengan seseorang. Sebagai gantinya, Anda cukup mengirimkannya tautan undangan pada orang yang ingin Anda ajak berbicara.

Ini adalah fitur penting mengingat reputasi Yahoo sempat rusak karena kasus kebocoran data pengguna  besar-besaran yang terjadi beberapa tahun lalu.

Selain itu, mulai muncul kekhawatiran akan banyaknya data diri pengguna yang diketahui oleh aplikasi populer seperti Facebook Messenger, termasuk kontak. 

Squirrel pertama kali ditemukan oleh AndroidPolice. Oath -- perusahaan induk Yahoo -- mengonfirmasi bahwa aplikasi tersebut memang sedang diuji. Pada Squirrel, Anda juga bisa membuat grup chat dengan menggunakan undangan. 

"Di Oath, kami terus mencari cara kreatif untuk meningkatkan taraf hidup pengguna kami," kata juru bicara Oath dalam sebuah pernyataan resmi.

"Kami mendengarkan suara pengguna dan sering menguji ide produk baru berdasarkan riset dan sara pengguna. Sekarang, kami sedang menguji aplikasi messaging berbasis undangan untuk meningkatkan kualitas komunikasi grup."


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.