Ambisi Huawei Jadi Tiga Besar di Indonesia

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Minggu, 05 Aug 2018 10:41 WIB
huawei
Ambisi Huawei Jadi Tiga Besar di Indonesia
Lo Khing Seng, Deputy Country Director Huawei Device Indonesia. (medcom.id)

Jakarta: Huawei ingin menjadi vendor smartphone nomor tiga di Indonesia dalam waktu dua tahun. Saat ditemui di kantor Huawei di Wisma BRI, Lo Khing Seng, Deputy Country Director Huawei Device Indonesia mengaku percaya diri bahwa mereka bisa mencapai target tersebut.
 

Tidak aneh jika Huawei cukup percaya diri. Pada Q2, Huawei berhasil mengalahkan Apple dan menjadi vendor smartphone terbesar kedua di dunia. Selain itu, smartphone premium terbaru mereka, Huawei P20 Pro, juga mendapatkan sambutan yang cukup hangat.

Huawei mengungkap, pengiriman P20 telah mencapai 9 juta unit, sementara Mate 10 Series telah mencapai 10 juta unit. Di Indonesia, Huawei hanya memboyong P20 Pro, yang dihargai Rp12 juta. Lo Khing Seng mengatakan, permintaan akan P20 Pro di Indonesia juga cukup baik.

"Indikasinya, ketika pre-order, P20 Pro terjual habis," katanya, meski dia enggan untuk menyebutkan jumlah unit yang terjual.

"Saat barangnya masuk Indonesia, permintaannya lebih tinggi dari ekspektasi kita. Sekarang, jumlah produknya sudah mulai menipis."

Lo Khing Seng mengatakan, orang yang tertarik dengan smartphone Huawei biasanya adalah mereka yang mengerti bagian teknis. Tugas Huawei selanjutnya adalah menemukan cara untuk menggandeng pasar mainstream.


Huawei P20 Pro. (AFP PHOTO / ERIC PIERMONT)


Apa strategi Huawei?
Ada berbagai cara memperkenalkan sebuah merek smartphone ke masyarakat. Oppo dan Vivo memilih untuk memasang iklan secara besar-besaran dan juga menggaet artis sebagai brand ambassador.

Saat ditanya apakah Huawei akan menggunakan taktik serupa, Lo Khing Seng mengatakan bahwa Huawei lebih memilih untuk menggunakan channel digital dan memanfaatkan media sosial seperti Instagram dan menggaet Key Opinion Leader atau KOL.

"Kalau smartphone untuk kelas menengah bawah, memang lebih mudah kalau pakai public figure. Tapi, kalau kelas atas, saya rasa pendekatannya tidak seperti itu," katanya. Memang, Huawei memang pernah menjadikan Nikita Willy sebagai brand ambassador Huawei Nova 2i.

"Sekarang kami sedang meramu cara agar masyarakat bisa mendapatkan pengalaman menggunakan produk Huawei secara utuh."

Salah satu cara yang Huawei akan lakukan adalah mengembangkan experience zone. Lo Khing Seng merasa, Jakarta adalah salah satu kota "wajib" untuk experience zone tersebut. Selain ibukota, Huawei juga akan mengembangkan experience zone di kota-kota lain yang memang menjadi basis dari penggemar Huawei.

Membuat experience zone,  adalah taktik yang digunakan oleh Samsung, yang merupakan vendor smartphone terbesar dunia dan telah lama mendominasi pasar smartphone premium di Indonesia. Meskipun begitu, Lo Khing Seng mengaku bahwa dia percaya diri dengan produk buatan Huawei.

Dia bercerita, Huawei adalah perusahaan yang peduli pada pengembangan dan riset (R&D) dan menghabiskan menghabiskan 10 persen dari pendapatannya untuk pengembangan dan riset.

Karena itulah, dia percaya, Huawei akan bisa memberikan produk dengan inovasi yang memang bisa diterima masyarakat dan bukannya sekadar "gimmick".

Dia menganggap, inovasi gimmick pada awalnya mungkin membuat masyarakat tertarik. Namun, lama kelamaan, masyarakat akan bosan. Sementara menurutnya, inovasi yang diberikan Huawei bersifat "fundamental", seperti kamera dan juga kecerdasan buatan (AI).



(MMI)

Vivo V11 Pro, Berani Kasih Spesifikasi Sesuai Harga
Review Gadget

Vivo V11 Pro, Berani Kasih Spesifikasi Sesuai Harga

5 hours Ago

Vivo V11 Pro sebagai smartphone segmen menengah memberikan RAM 6GB dan kamera depan 24MP.…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.