Lima Cara Apple Curangi Konsumen?

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 06 Aug 2018 16:25 WIB
apple
Lima Cara Apple Curangi Konsumen?
Apple terkadang tidak peduli pada konsumennya. (AFP PHOTO / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Eric Thayer)

Jakarta: Dengan uang kas sebesar USD243 miliar (Rp3.520 triliun), Apple merupakan perusahaan terkaya di dunia. Meskipun begitu, mereka tetap mencurangi konsumennya.

Perusahaan asal Cupertino itu menjadi perusahaan Amerika Serikat yang mencapai valuasi USD1 triliun (Rp14.500 triliun) minggu lalu. Pada saat yang sama, pelanggan Apple tetap harus berurusan dengan kabel yang mudah rusak atau keyboard bermasalah pada laptop buatannya.

Filosofi Apple untuk membuat produk yang berkualitas tampaknya kini tidak lagi berarti. Apple sebenarnya bisa menyelesaikan masalah yang dihadapi para pengguna setianya. Hanya saja, tampaknya masalah itu tidak cukup penting bagi Apple sehingga mereka mengacuhkannya.

Banyak orang masih menggunakan Apple karena produknya yang dianggap berkualitas. Sayangnya, pengalaman penggunaan tidak lagi sebaik dulu. Ada masalah kecil tapi mengganggu seperti kabel Lightning yang mudah berkelupas.

Seperti yang disebutkan oleh TechCrunch, keuntungan Apple utamanya didapatkan dari besarnya margin keuntungan dari penjualan iPhone. Mereka sebenarnya bisa kembali meningkatkan kualitas produk mereka setelah mereka menjadi perusahaan bernilai USD triliun.

Inilah lima hal yang memberikan pengalaman buruk pada para pengguna produk Apple.

1. Kabel charger yang mudah rusak
Jika Anda bisa mempertahankan kabel charger agar tidak hilang, kemungkinan besar, kabel itu akan rusak. Misalnya kulit kabel yang koyak. Masalah ini begitu sering terjadi hingga Apple dituntut untuk memberikan program penggantian charger untuk MacBook.

Namun, program ini berakhir bertahun-tahun lalu. Mengingat harga produk Apple yang tidak murah, seharusnya pelanggan mendapatkan kualitas yang baik juga.


2. Sulitnya membatalkan langganan Apple Music
Apple sempat menawarkan Apple Music gratis untuk menarik pelanggan. Setelah periode ini habis, bagaimana jika Anda ingin berhenti berlangganan? Anda bisa menghentikannya meski prosesnya agak sulit.

Pertama, Anda harus mengetuk ikon lingkaran yang seharusnya merupakan ikon profil Anda. Anda tidak akan langsung menemukan opsi "Manage Subscriptions". Sebagai gantinya, Anda harus memilih opsi "View Apple ID". Setelah Anda melakukan autentikasi menggunakan wajah atau sidik jari nnda, ANda baru akan menemukan opsi untuk berhenti berlangganan.

Apple juga akan menawarkan ekstra 30 persen jika Anda membayar melalui Apple. Ini adalah cara Apple mengeksploitasi pengguna setianya.

3. Keyboard bermasalah
Penulis, desainer antarmuka dan blogger John Grubber menyebut keyboard baru dari Apple sebagai salah satu kesalahan desain terbesar dalam sejarah Apple. Keyboard butterfly terbaru dari Apple dirilis pada 2016. Keyboard ini bisa menjadi macet hanya karena debu.

Keyboard ini biasanya memaksa pengguna mendatangi profesional untuk memperbaiki masalah tersebut. Tidak berhenti sampai di situ, Anda tidak selalu bisa mendapatkan jasa perbaikan gratis, bahkan dengan garansi.


Apple baru menawarkan perbaikan gratis setelah mereka dituntut dan banyak orang yang marah. Hal ini tetap menyebabkan pengguna MacBook rela tidak bisa menggunakan laptopnya selama beberapa hari.

4. Menutup sumber penghasilan blog
Apple mendapatkan untung dari banyaknya blog yang terobsesi  membahas hardware dan software buatannya. Apple membayar mereka dengan menutup salah satu sumber pendapatan blog-blog itu. Sebelum ini, situs akan mendapatkan komisi 7 persen dari Apple ketika pembacanya mengklik tautan ke App Store dan melakukan pembelian.
 
Beberapa tahun belakangan, Apple mulai menjual iklan di App Store juga. Ini artinya, mereka harus bersaing dengan blog-blog tersebut. Karena tidak ingin memiliki kompetisi, Apple akan menghentikan program situs affiliate mereka pada Oktober. Situs review aplikasi yang menggantungkan diri dari komisi ini terancam tutup karena keputusan Apple ini.

5. Dongle
Dongle menjadi ikon dari kpeutusan Apple untuk membiarkan pengguna mendapat pengalaman penggunaan yang buruk. Apple menyebutkan bahwa mereka melakukan itu karena mereka memiliki visi akan masa depan, mendorong penggunanya untuk menggunakan headphone Bluetooth dan charger USB-C.

Sayangnya, keputusan Apple untuk menghilangkan berbagai port di produknya hanya membuat para pengguna kesulitan.



(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.