Pendapatan Acer dari Gaming Naik 900%

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 18 Sep 2018 17:57 WIB
acer
Pendapatan Acer dari Gaming Naik 900%
Acer Predator Helios 300 special edition. (Medcom.id)

Jakarta: Pertumbuhan pendapatan Acer dari lini gaming naik 900 persen dari tahun sebelumnya. Hal ini diungkapkan Presiden Direktur Acer Indonesia, Herbert Ang dalam peluncuran Helios 300 Special Edition. 

"Pendapatan Acer dari gaming naik 900 persen," kata pria yang akrab dengan sapaan Herbert ini ketika ditemui di Plaza Senayan, Selasa, 18 September 2018.

"Itu sudah mencakup semua lini Predator, tidak hanya laptop. Ini menjadikan kami masuk ke dalam top 3 untuk vendor gaming Indonesia."

Sebelumnya, ungkap Herbert, Acer ada dalam peringkat empat besar. Ketika ditanya terkait persaingan dengan perusahaan lain, dia mengatakan bahwa kompetisi itu justru mendorong Acer untuk menjadi lebih baik lagi.

"Kompetisi positif justru membuat kami semangat untuk membuat inovasi untuk memenuhi kebutuhan konsumen," kata Herbert. 

Dia juga tidak khawatir tentang maraknya mobile game karena dia menganggap pasar game mobile dan game untuk komputer adalah dua pasar yang berbeda.

"Gamer mobile itu lebih ke kasual. Sementara gamer ada juga yang enthusiast dan hardcore. Gamer hardcore, memerlukan perangkat dengan performa yang lebih bagus dan ini belum tersedia belum oleh perangkat mobile," katanya. 



Mengadakan acara esport tampaknya menjadi salah satu cara Acer untuk memenangkan hati para gamer. Tahun lalu, Acer mengadakan Predator League, turnamen DOTA 2 untuk kawasan Asia Pasifik.

"Tujuannya adalah untuk mengumpulkan komunitas, orang-orang yang punya antusiasme sehingga kami bisa engage dengan konsumen, dalam kasus ini gamer," kata Herbert. 

Selain itu, Acer juga memiliki orang-orang yang mereka juluki sebagai Predator Warriors. Herbert menjelaskan Warriors "teman Acer dalam memberikan informasi lewat media sosial." Orang-orang yang direkrut menjadi Warriors ini beragam, ada yang merupakan gamer ada juga yang merupakan caster

Semua ini Herbert ungkapkan dalam perkenalan Helios 300 Special Edition. Lain dari kebanyakan laptop gaming, yang menggabungkan kombinasi warna hitam dan merah, Helios 300 ini memiliki bodi putih dengan aksen berwarna emas. 

Laptop seharga Rp28.499.000 ini memiliki layar Full HD sebesar 15,6 inci dengan refresh rate 144Hz. Acer juga melengkapi laptop barunya dengan HDD hingga 2TB, SSD hingga 512GB, RAM DDR4 hingga 32GB serta prosesor Intel Core generasi ke-8 yang dipasangkan dengan NVIDIA GTX 1060. 

Herbert meyakinkan laptop berwarna putih ini tidak mudah kotor. Laptop ini ditujukan untuk para gamer yang ingin tampil kasual atau konten kreator yang memerlukan laptop dengan spesifikasi tinggi tapi tidak ingin tampil dengan laptop gaming


(MMI)

Roccat Kone AIMO, Premium Pakai Kecerdasan Buatan
Review Mouse Gaming

Roccat Kone AIMO, Premium Pakai Kecerdasan Buatan

1 day Ago

Roccat Kone AIMO digolongkan sebagai mouse gaming premium dengan fitur yang sangat pantas dimil…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.